Pemerintahan
Wali Kota Sutiaji Pesan Pemanfaatan Lahan dan Pengembangan Alternatif dalam Gelaran Lomba Urban Farming Kategori Dasawisma

Memontum Kota Malang – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang segera gelar Lomba Urban Farming untuk kategori Dasawisma Kelurahan Tingkat Kota Malang. Agar para peserta memahami konsep dan aturan lomba yang berada pada sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal tersebut, Dispangtan lakukan sosialisasi, Senin (12/4) tadi.
Wali Kota Malang, Sutiaji, yang didapuk sebagai keynote speaker mengatakan bahwa peran dasawisma pada lingkungan sangat penting.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Kinerja dasawisma luar biasa. Mereka rutin kegiatannya dan bisa mengembangkan apa yang sudah ada,” ungkap Wali Kota Malang.
Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dispangtan dalam lomba ini, pun meminta keikutsertaan dari para ibu-ibu.
“Selain itu, di Malang juga sudah banyak lahan yang bergeser. Kalau dulu sawah masih ada, tapi sekarang sudah jarang. Ini menjadi problematika kita sekarang,” ujarnya.
Dalam lomba ini, Pemkot Malang mengajak masyarakat untuk cerdas memanfaatkan lahan dan mengembangkan alternatif. Oleh karena itu urban farming dirasa merupakan jalan keluar memperkuat ketahanan pangan di perkotaan.
“Urban farming bukan hanya menanam, tapi harus ada nilai jualnya. Dengan memanfaatkan lahan, selain ketahanan pangan, bisa sebagai penghijauan,” tambahnya.
Sekretaris Dispangtan, Eny Handayani, mengatakan bahwa dalam mengampu tugas ketahanan pangan pihaknya menggelar lomba dengan menyasar Dasawisma dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Tapi ini diawali dengan sosialisasi untuk Dasawisma terlebih dahulu. Kemudian nanti penilaian dimulai 24 Mei sampai 21 Juni. Dalam sosialisasi ini tadi juga diserahkan stimulan, bentuk perhatian dari Pemkot Malang,” katanya.
Perlombaan yang nantinya akan diikuti 57 Dasawisma ini, disampaikan Eny, bertujuan untuk menyikapi berkurangnya lahan pertanian di Kota Malang.
“Yang kedua adalah untuk menjamin ketahanan keluarga, terutama pada gizi. Ketika urban sudah menjadi kebiasaan masyarakat, diharapkan bisa menjadi nilai tambah,” paparnya. (hms/mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















