Pemerintahan
Wali Kota Malang Tekankan Operasi Ketupat Bukan Hanya Rutinitas

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Halaman Balai Kota.
Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), maupun TNI/Polri mengikuti apel yang berlangsung Rabu (05/05) pagi.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
Dalam arahannya, Sutiaji menegaskan bahwa Operasi Ketupat jangan hanya dianggap sebagai rutinitas belaka.
“Operasi Ketupat ini jangan dipandang rutinitas saja. Karena dari frekuensi, setiap tahunnya mengalami jenis-jenis tindakan kriminal yang berbeda-beda,” katanya.
Apalagi meski sudah ada pelarangan mudik selama Idul Fitri 1442 H, disampaikan Sutiaji, masih terdapat potensi sebesar 7.5 juta jiwa yang akan melanggar ketentuan tersebut.
“Selanjutnya tadi juga ditekankan oleh Kapolri, masih ada 7.5 juta orang di seluruh Indonesia yang berpotensi mudik,” tambahnya.
Oleh karena itu, selain melakukan penyekatan, pihaknya masih tetap mengandalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.
“Kita harus punya planning, jika ada kebobolan pemudik bagaimana. Nah, khusus Kota Malang yang melaksanakan PPKM mikro, maka otomatis kita kuatkan PPKM mikro ini,” serunya.
Sehingga ketika ada pemudik yang lolos dari tempat penyekatan, maka otomatis akan ditangani oleh ketua RT dan RW setempat.
“Kalau PPKM mikro kita kuatkan, ketika ada pemudik yang lolos, kan langsung berhadapan dengan posko PPKM yaitu sama RT dan RW. Dimana itu Standar Operasional Prosedurnya (SOP) sudah ada,” kata Sutiaji.
SOP tersebut, dibeberkan pemilik kursi N1 ini, salah satunya adalah wajib lapor 1×24 jam bagi pengunjung baru.
“Saya kira itu benteng terakhir ya. Dan kalau memang dia orang pendatang ya wajib dimintai keterangan bagaimana hasil swabnya,” tuturnya.
Menurutnya ada dua hal saat ini yang menjadi komitmen bersama dalam menjalankan Operasi Ketupat. Pertama berkaitan dengan kriminalitas, sedangkan yang kedua mengenai pelanggaran protokol kesehatan (prokes).
“Karena ada tiga varian mutasi Covid-19, dari India, Inggris, dan Afrika Selatan. Semua itu ditengarai sudah masuk Indonesia, maka kita perlu dan wajib waspada,” tutur Sutiaji. (hms/mus/ed2)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















