Berita

UM Klarifikasi Dosen Positif Corona, Sepulang Pembekalan Haji di Asrama Haji Sukolilo

Diterbitkan

-

Prof Markus Diantoro (kiri), saat mendampingi Rektor UM. (adn)
Prof Markus Diantoro (kiri), saat mendampingi Rektor UM. (adn)

Memontum Kota Malang – Merespon informasi terkait seorang dosen Universitas Negeri Malang (UM) yang terkonfirmasi positif Covid-19, Koordinator Satgas Kewaspadaan Prof Dr Markus Diantoro, MSi, menyampaikan hal tersebut adalah benar. Disebutkan Prof Markus, kemungkinan besar dosen dimaksud tertular penyakit Covid-19 saat mengikuti pembekalan terintegrasi calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 9-18 Maret 2020 lalu.

“Saat ini yang bersangkutan dalam kondisi baik dan dalam pemantauan serta perawatan di Rumah Sakit. Dalam hal ini, beliau tidak mewakili UM dalam kegiatan tersebut,” ungkap Ketua LP2M UM ini.

Salah satu upaya skrining sebelum masuk gerbang UM. (adn)

Salah satu upaya skrining sebelum masuk gerbang UM. (adn)

Satgas Kewaspadaan Covid-19 UM, lanjut Markus, juga telah melakukan pelacakan riwayat kontak dosen tersebut terhitung 14 hari ke belakang sejak tanggal konfirmasi tersebut. Baik di lingkungan UM serta telah menghubungi siapapun yang terindikasi ada kontak fisik dengan dosen tersebut.

“Sudah kami lakukan tracing. Satgas Kewaspadaan Covid-19 UM sejak awal terus melaksanakan koordinasi dengan berbagai instansi di wilayah Malang Raya. Ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Covid- 19,” tandas Markus.

Skrining kesehatan juga dilakukan Satgas Kewaspadaan UM dengan menyebarkan kuesioner secara daring mulai 17 Maret hingga 12 April 2020. Penyebaran kuesioner dilakukan 2 periode. Pada periode 1 (17-23 Maret 2020) diperoleh total responden sebanyak 10.785, dengan rincian 520 (4,8%) dosen, 398 (3,8%) tenaga kependidikan dan 9.860 (91,4%) mahasiswa.

Advertisement

Sementara pada periode 2 (24 Maret 2020-12 April 2020) diperoleh total responden sebanyak 6.232 orang, dengan rincian, 414 ( 6,7%) dosen, 327 (5,3%) tenaga kependidikan dan 5.491 (88,1 %) mahasiswa. “Pada periode pertama 2 persen yang berisiko, dan periode kedua 6 persen yang beresiko,” jelas Ifa Nursanti, SAP, Kasubag Humas UM.

Sebelumnya sempat viral, salah satu pasien positif covid-19 berinisial Kh, yang berprofesi salah satu dosen PTN di Kota Malang, asal Bululawang, Kabupaten Malang. Dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, usai mengikuti pelatihan pendampingan haji 2020 se-Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo. Saat itu Kh sudah dalam keadaan demam, terlebih sebelumnya Kh baru saja tiba dari Singapura.

Tak hanya Kh yang dirawat di RSSA. Istrinya juga disebut menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Namun, istrinya dinyatakan belum positif covid-19 karena menunggu hasil tes swab. (adn/yan)

 

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas