Kota Malang
Uji Coba Satu Arah Kayutangan Heritage Tuai Penolakan Sopir Angkot, Ini Respon Dishub Kota Malang

Memontum Kota Malang – Penerapan uji coba satu arah di Kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmad-Kota Malang, hingga kini masih mendapat penolakan. Salah satunya, yakni dengan dilayangkannya surat penolakan dari para sopir angkutan umum kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan seluruh elemen masyarakat.
Koordinator Aksi, M Kholil, dalam surat tersebut menuliskan jika keputusan uji coba satu arah dapat dipastikan akan mengeluarkan biaya tinggi. Apalagi menurutnya, harga BBM yang mahal dan harus memutar jalur. Sehingga, akan rawan terjadinya kericuhan sesama jalur angkutan umum yang terdampak.
“Ini merupakan bentuk perjuangan kami pengemudi angkutan kota, dalam rangka mengais rezeki untuk menghidupi keluarga kami. Pemkot Malang telah memaksakan kehendak dan kami menjadi tumbalnya. Angkutan kota harusnya menjadi solusi kemacetan dengan perhatian pemkot Malang berupa managemen angkutan publik yang baik,” tulis Kholil dalam surat tersebut.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan jika seharusnya para sopir angkutan umum tersebut, melihat terlebih dahulu uji coba penerapan satu arah yang akan dilakukan selama tiga minggu kedepan nanti. “Ini kita uji coba dulu dan dilihat dahulu. Harusnya saat uji coba tiga minggu nanti, kan setelah itu akan dilakukan evaluasi. Kurangnya bagaimana dan harus lanjut atau berhenti,” jelas Widjaja, saat ditemui, Rabu (15/02/2023) tadi.
Widjaja menambahkan, jika pihaknya akan tetap melakukan komunikasi secara intens dengan para sopir angkot. Sebab menurutnya, Pemkot Malang dan para sopir angkot sama-sama saling membutuhkan satu sama lain.
“Masih banyak program yang kita harus saling membutuhkan dua pihak. Artinya, sama-sama membutuhkan baik itu dari angkutan maupun Pemkot. Karena dalam rangka meningkatkan layanan angkot, itu nggak mungkin dia sendiri. Contoh, walaupun nanti perbaikan skema angkutan, mungkin skema subsidi nanti kita bicarakan. Tapi sudah kita ajukan ke pimpinan. Keputusan masih belum,” katanya.
Sebagai informasi, untuk uji coba penerapan satu arah nantinya akan dilakukan pada Senin (20/02/2023) mendatang. Dalam hal itu, pihaknya tetap melakukan kordinasi bersama dengan Forum Lalu Lintas, yang terdiri dari Dishub Kota Malang, Kodim 0833, dan Polresta Malang Kota. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















