SEKITAR KITA
Transaksi Non-Tunai Belum Ramai di Masyarakat, Tahun 2021 BI Malang Akan Genjot Penggunaan

Memontum Kota Malang – Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Malang terus mendorong transaksi non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Disebutkan Kepala BI KPw Malang, Azka Subhan, BI pusat menargetkan ada 12 juta merchant di seluruh Indonesia menggunakan QRIS.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Untuk wilayah kerja BI KPw Malang, kita dapat target 238 merchant. Di tahun 2020 sudah ada 134 merchant yang menggunakan QRIS, sisanya 104 akan kita penuhi di tahun ini,” ungkapnya, Selasa (06/04).
Menurut Azka, makin banyak merchant akan makin cepat digitalisasi transaksi non-tunai. Namun sayang penggunaan non-tunai masih belum begitu ramai di masyarakat. Contoh saja pemasangan QRIS di Pasar Oro-Oro Dowo yang bekerja sama dengan Bank Jatim, hanya digunakan tidak lebih dari 10 persen masyarakat yang berbelanja kesana.
“90 persen masih menggunakan tunai. Lalu di Masjid Jami’ dari pemasukan Rp 200 juta, hanya Rp 3 juta yang masuk dari QRIS,” tambahnya.
Bagi Azka, terdapat dua faktor yang mendukung suksesnya transaksi non-tunai. Selain banyaknya merchant yang memiliki QRIS, user atau pengguna QRIS juga harus banyak.
“Kalau merchant QRIS banyak tapi tidak ada yang pakai, ya percuma. Jadi mohon dibantu melalui media juga meningkatkan awareness pemahaman untuk non tunai menggantikan tunai. Pelan pelan kita ingin segera bisa terimplementasikan. Kampanyenya sudah lama tapi gerakannya masih belum seperti yang diharapkan,” jelasnya.
Ke depan pihaknya akan membentuk tim percepatan dan perluasan di seluruh kota/kabupaten di wilayah kerja BI KPw Malang.
Dimana tim tersebut akan dimulai di Kota Malang terlebih dahulu. “Lalu nanti menyusul kota-kota lainnya, karena dari 7 kota/kabupaten wilayah kerja kami, yang siap baru Kota Malang dan Probolinggo,” pungkas Azka. (mus/ed2)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















