Pemerintahan
Tahapan Seleksi Sekda Malang Melalui Komunikasi Publik Diklaim Pertama di Indonesia

Memontum Kota Malang – Ada yang berbeda dari seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang.
Pasalnya, untuk pertama kali di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan lakukan penilaian komunikasi publik kepada para calon Sekda. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, disela-sela Musrenbang Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (RKPD) Kota Malang Tahun 2022, Rabu (24/03).
“Nanti setelah diseleksi dan muncul nama 3 besar, akan menjalani seleksi Komunikasi Publik. Ini pertama kali di Indonesia bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkot Malang menguji calon Sekdanya melalui Komunikasi Publik,” ungkapnya.
Disampaikan Sutiaji, nantinya saat penilaian Komunikasi Publik setiap lapisan masyarakat boleh mengajukan pertanyaan untuk 3 besar calon Sekda.
“Mulai dari Pak Kapolresta, Pak Dandim, Pak Kajari, tokoh masyarakat, kaum gender, semua boleh ajukan pertanyaan. Termasuk anda para wartawan juga boleh,” katanya pada awak media.
Baca juga: Sikapi Mudik Lebaran 2021, Wali Kota Siapkan Pengawasan Mikro
Diakui pemilik kursi N1 itu, Pemkot Malang serius dalam memberikan ruang untuk proses seleksi tahap Komunikasi Publik. Karena, menurut Sutiaji kebijakan Sekda Kota Malang ke depan harus merepresentasikan seluruh masyarakat Kota Malang.
Untuk saat ini, keenam pendaftar seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Malang telah lolos seleksi administrasi, dan sedang jalani seleksi lanjutan di Surabaya. Berlangsung sejak kemarin (23/03) hingga besok (25/03), keenam pendaftar tersebut akan menjalani penilaian kompetensi manajerial dan penilaian kompetensi bidang.
“Mulai kemarin sampai besok ada beberapa tahapan seleksi, ada yang dalam bentuk makalah, ada yang wawancara. Tadi saya sempat memberikan sambutan, rupanya diapresiasi oleh panitia seleksi (pansel).
Sehingga sambutan itu dijadikan materi makalah yang harus dibuat oleh keenam calon tersebut,” jelasnya.
Dikatakan Sutiaji, dalam sambutannya, politikus dari Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa Kota Malang lemah dalam budaya kerjanya.
“Temanya kepemimpinan Sekda, jadi yang saya butuhkan adalah membangun Super Tim untuk penyelenggaraan pemerintahan yang ada,” tegasnya.
Saat ini, terdapat 6 pendaftar seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekda Kota Malang. Terdiri dari 5 pendaftar dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, dan 1 berasal dari OPD Kabupaten Blitar.
Keenamnya yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Malang, Mulyono, dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan. (mus/ed2)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















