Berita Nasional
Sikapi Merebaknya PMK, Deputi Kementrian Bidang Perekonomian Sampaikan Tak Perlu Khawatir

Memontum Kota Malang – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini menyerang hewan ternak, utamanya ternak sapi, tidak perlu di khawatirkan akan penularannya ke manusia. Sebab, PMK itu hanya menular pada kuku dan itu sifatnya tidak zoonosis atau tidak berkaitan dengan kesehatan manusia.
Hal tersebut, dijelaskan oleh Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Pujo Setio, seusai melakukan kegiatan Seminar Nasional Hari Susu Nusantara, Kamis (02/06/2022) tadi.
“Seluruh hewan ternak, itu aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Mitigasi risiko paling tinggi, itu adalah ternak hidup. Namun, bagaimana kita mengendalikan biar virus itu tidak menyebar pada hewan ternak lainnya,” jelas Pujo Setio, Kamis (02/06/2022).
Baca juga:
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
- Merasa Dirugikan, Advokat di Kota Malang Laporkan DKD Peradi Malang Kepada Ketua Umum DPN Peradi
- Pemkot Malang Kejar Dana Rp 7 Miliar dari Kementerian untuk Rehabilitasi Jalan Rajasa
- Retribusi MCC Ditarget Tembus Rp 7 Miliar pada 2027, Pendapatan Terbesar dari Event
- Pemerintah Kota Malang Siapkan Kurikulum Sejarah Perjuangan TRIP untuk Siswa SD dan SMP
Dikatakannya, bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan para industri pengelola hewan ternak, bahwa virus PMK itu tidak bermasalah. Itu akan terus dikuatkan edukasinya.
“Susu itu, sepanjang dikemas dengan baik bisa sampai diserap oleh industri. Untuk sekarang ini, beberapa ternak sudah menggunakan antibiotik dan itu agak sulit untuk bisa diterima industri. Karena, kita mempunyai standar untuk antibiotik, dimana residu antibiotik itu tidak boleh dimakan. Kami terus berkoordinasi dengan para industri, bagaimana upaya untuk bisa menyerap sebanyak-banyaknya susu segar itu,” lanjutnya.
Selain itu, untuk produk olahan hewan ternak, semunya aman untuk dikonsumsi. Tidak menyebarkan penyakit, maka untuk faktor penularannya harus diabaikan dan masyarakat tidak perlu khawatir. Dirinya berharap, masyarakat mengamankan distribusi pangan yang berbasis peternakan.
“Jadi, susu difakturisasi di atas 70 derajat atau susu-susu UHT dan sebagainya apalagi susu bubuk, itu sudah aman sekali. Termasuk juga produk-produk lainnya, seperti daging beku, kemudian juga produk-produk olahan seperti sosis dan sebagainya,” katanya.
Sementara itu, saat ini pihaknya juga masih berkoordinasi dengan dokter hewan. Karena, untuk menghindari Anti Mikroba Residu (AMR) atau Resistance. Sehingga, produk olahan hewan ternak bisa dikonsumsi secara aman oleh masyarakat.
“Kita juga menghindari yang namanya AMR. Karena, ini juga standar dalam produk pangan kita. Kita juga sudah komitmen secara nasional dan internasional, bagaimana AMR ini bisa kita tekan. Sehingga, pangan itu betul-betul aman untuk masyarakat,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan
Kota Malang5 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta

















