Kota Malang
Sikapi Jembatan Tunggulmas yang Ditutup, Ini Respon Ketua DPRD Kota Malang

Memontum Kota Malang – Dibangunnya Jembatan Tunggulmas yang berada di Jalan Tlogomas Kota Malang, pada awalnya untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Pembangunan sendiri, pun sudah diresmikan sejak bulan Februari 2022 lalu. Namun sayangnya, hingga saat ini masih dilakukan penutupan. Menanggapi persoalan itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, buka suara. Disampaikan, bahwa penganggaran jembatan itu ketika dirinya belum menjabat.
“Untuk penganggaran pembangunan Jembatan Tunggulmas ini dilakukan saat kami belum menjabat dan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) itu juga oleh dewan sebelumnya,” jelas Made, Rabu (11/05/2022) tadi.
Dikatakannya, saat pembahasan KUA PPAS itu, legal drafting Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sudah ditentukan di sana. Namun, pihaknya juga belum mengetahui pastinya, yang kemudian di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022 muncul. Sehingga, pihaknya memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan itu.
“Seharusnya jembatan dikerjakan 2022 tapi karena recofusing maka dikerjakan tahun 2021. Setelah diresmikan muncul masalah baru yaitu kemacetan,” imbuhnya.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Dijelaskannya, bahwa saat ini Jembatan Tunggulmas diambil alih oleh Kasatlantas Polresta Malang Kota, yang hingga akhirnya sampai saat ini masih ditutup. Pihaknya juga sempat menanyakan terkait izin Amdal Lalin pada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, namun hingga kini masih belum turun.
“Kami sedang mengejar itu, anggaran sebesar itu kajian kok tidak lengkap. Dewan memang dalam hal-hal yang bersifat rinci itu turut mengesahkan, mulai dari Amdal Lalin, izin prinsip pembangunan seharusnya udah selesai,” katanya.
Sebagai Ketua DPRD Kota Malang, Made, dirinya tentu merasa bersalah. Ke depan, pihaknya akan berhati-hati dan akan melakukan kajian agar ada solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, sementara ini lebih baik diserahkan kepada ahlinya.
“Kami merasa bersalah, mohon maaf karena tidak melihat dulu izinnya. Saat ini sudah diambil alih oleh Polresta Malang Kota. Kita minta dilakukan kajian Amdal Lalin, lalu izin ke provinsi. Kami secara teknis memang tidak menguasai, oleh karena itu lebih baik kami serahkan pada mereka yang menguasai,” terangnya. (cw2/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















