SEKITAR KITA
Satgas NU dan MPD Gelar Vaksinasi Gratis Bagi Relawan dan Mahasiswa

Memontum Kota Malang – Satgas NU dan Malang Peduli Demokrasi (MPD) berkolaborasi menggelar vaksinasi gratis, Kamis (17/06) tadi. Bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, vaksinasi ini menyasar relawan, mahasiswa, aktifis dan masyarakat.
Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr Syifa Mustika SpPD KGEH FINASIM, mengatakan bahwa pihaknya juga turut menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Malang beserta tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Kedungkandang.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
“Kami berkolaborasi dengan beberapa pihak dalam menjalankan vaksinasi ini. Karena, memang tujuan kita untuk membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Malang Raya, khususnya Kota Malang. Jadi kami jemput bola,” ujarnya.
Gelaran yang dimulai pagi itu, mentargetkan 500 orang yang dapat tervaksin. Namun, karena antusiasme masyarakat yang tinggi, lebih dari 700 peserta vaksinasi datang ke lokasi.
“Target awalnya 500, untuk komunitas aktivis relawan dan juga pemuda seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Tetapu, ini mencapai 700,” papar dr Syifa.
Dijelaskannya, tahapan vaksinasi standart dan seperti pada umumnya. Yaitu para peserta dimintai NIK, kemudian petugas akan mengecek kondisi melalui screening.
“Bagi peserta yang dari hasil screeningnya dikatakan layak, langsung mendapat vaksin dan akan masuk bilik vaksinasi. Setelah dilakukan vaksinasi, kita persilahkan untuk menunggu observasi 15 menit. Kemudian cetak sertifikat,” paparnya.
Sementara itu, salah satu dokter perwakilan IDI Cabang Malang, dr Endang Triningsih, berujar bahwa kehadirannya di sini menjadi relawan vaksinator. “Saya mengkoordinasi penyedia tenaga dokter untuk kegiatan ini,” katanya.
Dirinya merasa, sebagai dokter perlu otomatis berpartisipasi dalam upaya percepatan vaksinasi, guna menanggulangi Covid-19. “IDI harus berperan dalam penanggulangan covid-19. Saya rasa kita harus otomatis berpartisipasi, tidak ada sekat,” terangnya. (mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















