Kota Malang
Prodi Komunikasi UMM Raih Sertifikasi Internasional AUN-QA

Memontum Kota Malang – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menjadi Prodi Komunikasi kampus swasta pertama yang meraih ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA).
Hal ini menjadi bukti bahwa komunikasi UMM telah mengukuhkan diri sebagai salah satu prodi yang tersertifikasi secara internasional.
Baca juga:
Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, mengatakan pengakuan internasional merupakan keniscayaan bagi UMM yang ingin melangkah lebih jauh untuk menjadi kampus yang memiliki jangkauan luas.
“Melalui AUN QA ini, Prodi-prodi di UMM diharapkan akan mempersembahkan prestasinya dan lebih percaya diri untuk berperan di tingkat internasional,” ujarnya, Sabtu (29/05) tadi.
Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, bahwa AUN QA akan dijadikan salah satu dasar kebijakan universitas untuk membuka kelas internasional.
“Bukan hanya kelas berbahasa Inggris semata. Namun, kelas internasional juga harus benar-benar memiliki jaringan luas secara internasional,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Komunikasi UMM, Himawan Sutanto, bersyukur pihaknya dapat melalui semua proses ini dengan baik. Selain karena persiapan telah dilakukan secara maksimal, juga karena dukungan berbagai pihak di tingkat universitas, fakultas, maupun unit-unit terkait.
“Pengalaman akreditasi dari BAN PT yang memberikan peringkat A tiga kali berturut-turut pada Prodi Komunikasi UMM membuat kami yakin dapat memperoleh AUN QA ini dengan lancar,” ungkapnya
Diakui Himawan, AUN QA akan menjadi batu loncatan bagi Komunikasi UMM untuk mengembangkan prodinya ke tingkat internasional.
“Ke depan, rencana untuk membuka kelas internasional, kami akan menggandeng mitra-mitra strategis. Baik kalangan universitas di luar negeri, maupun dengan lembaga-lembaga lain,” paparnya.
Untuk proses sertifikasi sendiri, dimulai dengan penilaian berkas melalui Self Assesment Report (SAR) yang dikirim ke kantor pusat AUN QA. Selanjutnya dilakukan visitasi yang dilakukan secara remote (daring).
Dua asesor, masing-masing Prof Dr Rosemary Seva dari De La Saile University, Filipina dan Asst Professor Suptcha Cheevapruk dari Mongkut’s University of Technology North Bangkok, Thailand. Kedua asesor itu melakukan pengecekan, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun prodi. (mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















