Kota Malang
Pokdarwis Kayutangan Minta Pemkot Malang Beri Perhatian Lebih Keberadaan Kampung Kayutangan Heritage

Memontum Kota Malang – Perbaikan besar-besaran di koridor kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat-Kota Malang, ternyata tidak berjalan beriringan terhadap perhatian di kampung (kawasan dalam atau gang) Kayutangan. Akibatnya, wisatawan yang datang atau berkunjung, hanya terkonsentrasi di jalan utama Kayutangan Heritage.
Kondisi itu, pun dibenarkan Ketua Pokdarwis Kayutangan, Mila Kurniawati. Menurutnya, dengan adanya koridor yang terus dipercantik itu, membuat wisatawan tidak tertarik lagi untuk mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage, yang ada di dalamnya (gang, red).
“Pembangunan koridor Kayutangan Heritage, tidak berefek ke dalam kampung. Sekarang kita bisa bandingkan, sebelum pandemi tentu beda,” ucap Mila, Sabtu (03/12/2022) tadi.
Karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kampung Heritage. Setidaknya, jika diadakan festival atau acara serupa di Koridor Kayutangan Heritage, bisa melibatkan dan mempromosikan kembali Kampung Heritage pada wisatawan.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Kalau benar-benar mau mengusung nuansa heritage, pastikan juga masuk ke dalam (Kampung Heritage). Lebih baik juga dari pemerintah, juga harus ada regulasi yang nuansa heritage. Entah didukung dengan pertunjukkan musik ataupun produk heritage dari kampung heritage,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimis, sebab menurutnya Kampung Heritage mempunyai nilai jual sendiri dibandingkan Koridor Kayutangan. “Salah satu yang menjadi kendala, juga karena kebanyakan pengunjung di koridor sudah ketemu kopi kopian. Tetapi kami, tidak merasa takut karena memang kami mengusung segmen berbeda,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan jika di dalam Kampung Kayutangan Heritage, itu sendiri banyak rumah-rumah unik atau peninggalan bangunan lama yang khas. Itu, layak untuk dijaga dan dipelihara, karena berpotensi sebagai bangunan kuno.
“Kita sudah mendata ada 80 rumah berpotensi bangunan kuno, yang bisa digunakan untuk kewisataan. Tetapi saat ini baru dimanfaatkan 20 rumah,” ucap Ki Demang-sapaan akrabnya. (rsy/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















