Pemerintahan
Pemkot Malang Upayakan Peroleh 100 hingga 200 Tabung Oksigen untuk Warga Isoman

Memontum Kota Malang – Diakhir masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, akan menyediakan 100 hingga 200 tabung oksigen. Di mana, kesemuanya tabung itu rencananya diperuntukkan bagi pasien Covid-19, yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman).
“Ini saya minta untuk mencari ke Surabaya, karena di Kota Malang, faktanya (tabung oksigen, red) memang sulit. Untuk isi oksigennya ada, tapi tabungnya sudah sulit,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
Hal tersebut menggambarkan, terangnya, kondisi bahwa jumlah pasien yang masuk dengan ketersediaan kamar dan tabung oksigen, sudah tidak sebanding. “Ya, memang potretnya demikian. Karena yang masuk ke Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Malang, dan khususnya yang ke RS Dr Syaiful Anwar (RSSA), tidak hanya warga Kota Malang. Namun, juga dari luar Kota Malang,” terangnya.
Lebih lanjut Sutiaji mengatakan, bahkan di awal-awal menjelang PPKM Darurat, banyak pasien Covid-19 luar Kota Malang, yang dirawat. “Kini begitu RS sudah over capacity, sementara angka kasus di kota bertambah maka imbasnya warga kami yang kesulitan kamar,” sambungnya.
Oleh karena itu, pemilik kursi N1 tersebut memberikan beberapa instruksi kepada Sekda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan camat. “Pertama, berkaitan dengan pengadaan atau pembelian 100 sampai 200 tabung oksigen. Kedua pengembangan sentra IGD Covid-19 yang dialternatifkan di RSUD. Ketiga, pensegeraan lokasi safe house baru untuk mengatasi pasien covid yg tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah,” kata Sutiaji.
Lalu, yaitu instruksi penguatan bantuan sosial dan kelima penguatan pemakaman mandiri. “Di mana masing-masing kecamatan membentuk satu unit pemakaman dengan melibatkan warga,” terangnya.
Disamping itu, sebagai informasi bahwa Presiden RI, Joko Widodo, pada rakor evaluasi PPKM Darurat melalui daring, Senin (19/07) lalu, menegaskan bahwa akhir pandemi belum bisa diprediksi. Bahkan dinyatakan, diperkirakan akan muncul varian baru lagi. “Oleh karenanya, saya minta Kepala Daerah semua fokus ke Covid-19, baik memutus mata rantai maupun langkah strategi atas dampak ekonominya,” tegas Jokowi.
Masih menurut Presiden, dirinya tentu mendengar tuntutan kelonggaran kegiatan ekonomi dan sosial bisa dilakukan. Namun ditegaskan pula, itu bisa dilakukan bila angka kasus rendah. “Maka kuncinya, percepat vaksinasi dan disiplin prokes khususnya penggunaan masker. Jangan lengah dan terus disosialisasikan,” kata Presiden RI itu. (hms/mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















