Kota Malang
Jelang Idul Adha, RPH Perumda Tunas Kota Malang Masih Sepi Peminat

Memontum Kota Malang – Jelang Idul Adha, Rumah Potong Hewan (RPH) di Perumda Tunas Kota Malang, masih sepi peminat penitipan dan penyembelihan hewan kurban. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Tunas, Dodot Tri Widodo, Senin (04/07/2022) tadi.
“Sejauh ini, masih belum ada yang menitipkan hewan di sini. Sementara untuk pendaftar penyembelihannya, masih tercatat 10 orang yang mendaftar. Dengan rincian, untuk jumlah hewan dan jenisnya yang bermacam-macam,” ucap Dodot kepada Memontum.com.
Menurutnya, sepinya peminat penitipan itu, diakibatkan karena masyarakat sudah mempunyai tempat lapangan atau kandang untuk menyimpan hewan kurban. Jika dititipkan di RPH, secara otomatis juga harus mengeluarkan biaya penitipan dan juga biaya transport.
“Kalau mereka harus menyimpan dan menitipkan di RPH butuh biaya transport, jadi akan menambah beban biaya lagi. Saya kira mereka punya tempat untuk menyimpan hewan kurbannya itu,” lanjutnya.
Baca juga :
- Dishub Kota Malang Siapkan Sistem Monitoring Digital untuk Angkot Pelajar
- Disdikbud Kota Malang Pastikan Bus Sekolah Tetap Beroperasi, Nasib Aset Dikaji
- Pemkot Malang Bidik Kerja Sama Antar Daerah dari Forum APEKSI 2026
- Konsumsi Ubi Jalar Kota Malang Baru 6 Persen, Dispangtan Genjot Diversifikasi Pangan
- Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, BI Malang Optimis Ekonomi Tetap Terjaga
Untuk melakukan penyembelihan di RPH, masyarakat harus mendaftar terlebih dahulu. Itu dilakukan, agar masyarakat bisa tertib tidak berebut pelayanan yang diberikan. Karena per harinya juga dibatasi kapasitas untuk pemotongan hewan. “Biasanya kan jamaah minta duluan di hari pertama, nah supaya tidak berebut yang mendaftar dulu ya kita layani duluan. Sehingga nanti akan kami berikan nomer antrian,” katanya.
Kapasitas pelayanan pemotongan di RPH saat ini, per harinya bisa melakukan pemotongan dengan jumlah 100 ekor sapi dan 150 ekor kambing. Itu karena berkaca dari tahun sebelumnya, banyak sekali masyarakat yang melakukan pemotongan. “Karena berkaca dari tahun lalu ada 5 ribu sapi dan kambing, jadi tidak mungkin kami layani semua karena kapasitas terbatas,” tuturnya.
Sebagai informasi, untuk biaya tarif pemotongan hewan bermacam-macam. Mulai dari paket sapi A dengan harga Rp 805 ribu, paket B sapi Rp 1,195 juta dan paket C sapi Rp 1,695 juta. Sedangkan untuk paket A kambing Rp 200 ribu dan paket B kambing Rp 300 ribu. Tentu dengan harga yang ditawarkan itu, masyarakat bisa mendapatkan fasilitas yang berda-beda. (rsy/gie)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















