Kota Malang
Inovasi Bunga Telang Jadi Motif Batik Komunitas Puri Hijau Royo Royo

Memontum Kota Malang – Keberadaan Bunga Telang, selain berkhasiat untuk kesehatan tubuh, ternyata juga mampu dimanfaatkan menjadi kerajinan kriya batik. Seperti yang telah dilakukan oleh ibu-ibu Komunitas Puri Hijau Royo Royo (KPHR).
Koordinator Bidang Usaha KPHR, Anny Sulistyawati, mengatakan jika Bunga Telang tersebut diaplikasikan sebagai motif dari Batik Buteri. Ini, yang menjadi ikon dan keunggulan dari Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.
“Buteri itu kepanjangannya Bunga Telang Puri. Karena di Puri atau tempat kami, itu sebelumnya sudah terkenal kawasan budidaya dan pengolahan produk Bunga Telang. Produk itu sudah jadi keunggulan di Kelurahan Arjowinangun, maka kita berpikir kenapa tidak sekalian bikin inovasi,” jelas Anny, Sabtu (11/02/2023) tadi.
Menurutnya, motif dari Bunga Telang ini, juga sudah di produksi secara efektif. Selain memproduksi kain batik, telah diproduksi baju, taplak meja hingga sarung bantal. Untuk produksi Batik Buteri sendiri, saat ini juga sudah banyak diminati oleh masyarakat.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Alhamdulillah, waktu launching itu sudah ada yang pesan. Walaupun masih dari lokal dahulu, seperti Pak Lurah sama orang-orang yang berkunjung ke sini,” katanya.
Untuk harga yang ditawarkan, ujarnya, juga tidak mematok harga tinggi. Produk batik yang berkategori batik tulis dipasarkan dari Rp 250 ribuan. Hal itu dilakukan, menurutnya agar Batik Buteri bisa menjadi buah tangan pengunjung yang datang ke sentra budidaya Bunga Telang di tempatnya.
“Tamu kita yang kesini itu banyak dari jauh sebenarnya. Ada dari Makassar, Kalimantan, sampai Lombok pun ada. Makanya kami juga ingin tamu tamu kami itu dari jauh jauh nantinya ingin kembali kesini karena ada batik juga ini,” lanjutnya.
Anny optimis, jika ke depan nantinya kerajinan kriya Batik Buteri bisa dikenal luas oleh masyarakat. Sehingga, bisa bersaing dengan batik-batik lainnya yang sudah populer. Selain itu, pihaknya juga akan menambah Sumber Daya Manusia (SDM) nya untuk meningkatkan produksinya.
“Saya yakin prospeknya bagus. Seperti Batik Celaket, Batik Sukun itu kan bisa terkenal, tentu kami juga harus optimis bisa terkenal,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















