Pemerintahan
Hemodialisis Unit Baru RSSA Diresmikan Gubernur Jatim

Memontum Kota Malang – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Hemodialisis (prosedur untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja dengan baik) dimana Hemodialisis merupakan salah satu Unit Rumah Sakit Umum Daerah Dr Syaiful Anwar (RSSA), Rabu (28/04).
Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, bahwa saat ini ada dinamika percepatan layanan inovasi dalam kesehatan.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
“Sehingga harapannya, proses untuk melakukan inovasi bukan hanya di kampus. Tapi di semua tempat, termasuk di rumah sakit (RS),” katanya.
Ruang untuk berinovasi terus ia upayakan, agar RS memiliki alat kesehatan yang memungkinkan. Akibatnya, pihak RS tidak lagi mengalami ketergantungan.
“Sehingga kebutuhan pokok di RS itu terstandar. Preventif terkait kesehatan memang harus digencarkan, harus mengandalkan semua pihak. Dan saya berterimakasih pada RSSA yang telah membuka unit baru ini,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSSA, dr Kohar Hari Santoso, turut merasa bahagia karena Hemodialisis Unit diresmikan langsing oleh Gubernur Jatim.
“Saya berterimakasih tadi ibu Gubernur, tadi juga berkenan untuk meninjau beberapa fasilitas baru. Ada beberapa unit juga yang kami perbaharui selama masa pandemi ini,” urainya.
Tindakan itu dilakukan oleh RSSA sebagai bentuk responnya mendukung Jatim Bangkit. “Ini adalah respon kami mendukung Jatim Bangkit, untuk kita lakukan juga menjadi RSSA bangkit,” serunya.
Layanan Hemodialisis di RSSA sendiri menurut dr Kohar sudah terlalu berlebihan permintaannya. Bahkan untuk layanan ini saja terdapat 4 shift.
“Ini kan memenuhi kebutuhan karena kami sudah terlalu berlebih, shiftnya saja sampai 4. Akhirnya sekarang kami tambah untuk mengurangi beban,” jelasnya.
Sehingga total sampai saat ini ada 102 mesin yang bisa digunakan untuk layanan Hemodialisis. (mus/ed2)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















