Kota Malang
Empat Komoditi Pangan Pacu Inflasi 2022, Ini Imbauan Diskoperindag Kota Malang

Memontum Kota Malang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, telah mencatat empat komoditi pangan picu kenaikan inflasi di Kota Malang, pada Desember tahun 2022. Diantaranya, tomat, cabai rawit, telur ayam dan beras.
Karena itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, memberikan imbauan kepada masyarakat. Diantaranya, agar tidak menimbun bahan pangan yang ada dan tidak panic buying. Sebab, hal itu akan mempengaruhi tingginya harga dan menyebabkan terjadinya inflasi.
“Artinya, dalam mengkonsumsi bahan pangan, terlebih yang berpengaruh pada inflasi, itu disesuaikan dengan kebutuhan saja. Misalnya seperti telur, ayam, itu jangan terlalu banyak,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Rabu (04/01/2023) tadi.
Sehingga, tentunya upaya penurunan inflasi tersebut terus dilakukan, dengan melakukan operasi pasar. Namun, komoditi yang disediakan hanya sebatas, seperti gula pasir, beras dan minyak goreng saja.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Operasi pasar itu mungkin kami sediakan gula, beras dan minyak goreng saja. Kalau telur, tidak. Kalau beras harganya masih standar, antara Rp 11 ribu sampai Rp 13 ribu,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan, terkait dengan tomat dan cabai rawit, masing-masing menyumbang andil sebesar 0,05 persen dan 0,04 persen. Naiknya barang tersebut, dikarenakan cuaca ekstrem yang sedang melanda. Akan tetapi, khusus untuk kebutuhan sayur dirinya mengaku tidak dapat mengintervensi harga pasar yang telah ditetapkan.
“Kita serahkan ke pasar, karena kita tidak bisa intervensi harga pasar. Pada dasarnya ini tergantung hukum pasar. Dimana semakin banyak permintaan, barangnya sedikit, itu pasti harganya naik. Makanya perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhannya itu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, selama tahun 2022 inflasi Kota Malang tercatat sebesar 6,45 persen (inflasi year on year), lebih rendah dari inflasi Provinsi Jawa Timur yang sebesar 6,52 persen (yoy), namun lebih tinggi dari Nasional yang tercatat sebesar 5,51 persen (yoy). Secara spasial, inflasi kota Malang menempati urutan ke tiga tertinggi di Jawa Timur setelah Jember dan Surabaya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















