KREATIF MASYARAKAT
Berawal dari Karyawan Mall, Pemuda Asal Malang buka Usaha Vespa Kopi Keliling

Memontum Kota Malang – Pandemi Covid-19 membawa dampak luar. Setidaknya, realita itu pula yang harus dirasakan oleh Ainun Najib, pemuda asal Turen, Kabupaten Malang, yang dahulunya bekerja sebagai karyawan di salah satu mall di Jakarta.
Kini, seiring berjalannya waktu, Ainun pun harus kehilangan pekerjaan yang sudah dijalaninya sejak Mei 2021 di Jakarta. Selama 2,5 bulan pula, dirinya tidak memiliki pekerjaan dan mengharuskannya untuk pulang ke kampung halamannya di Malang.
Meskipun masih di tengah pandemi, Ainun tetap berusaha bangkit dan berkreasi. Dengan bermodalkan pengalaman dan hobi yang dimiliki, Ainun pun membuka bisnis kopi keliling dengan menggunakan vespa.
Baca juga:
- 3.200 Driver Ojol di Kota Malang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkot
- Pemkot Malang Siapkan Lahan 5,4 Hektare di Arjowinangun untuk Sekolah Rakyat Permanen
- SRMP 16 Kota Malang Belum Buka Siswa Baru, Fokus Lanjutkan Pembelajaran 92 Siswa
- Tinjau SRMP 16 Kota Malang, Kepala KSP Dudung Dorong Pembangunan Gedung Permanen SR
- Sempat Jual Martabak dan Cuci Mobil, Hilal Akhirnya Temukan Asa Baru di Sekolah Rakyat Kota Malang
Dari kendaraan roda dua itu pula, Ainun akhirnya mengembangkan hobi travellingnya tersebut dengan membuka usaha kopi keliling menggunakan vespa. Vespa yang diberi nama Litha tersebut, dipakai untuk berjualan kopi keliling mulai pukul 21.00 hingga pukul 05.00.
Ada pun sasaran pemasaran penjualan kopinya, yakni di daerah Pasar Bululawang dan POM Annur Bululawang. “Biasanya saya mangkal di Pasar Bululawang jam 21.00. Lalu, ke POM Annur Bululawang depan Indomaret sampai jam 05.00 dan kemudian pulang,” ujar Ainun Najib secara online pada Selasa (28/09/2021) malam.
Bisnis ini memiliki target sasaran berupa anak-anak muda dan supir bus yang bekerja sampai pagi. Vespa kopi keliling yang dilengkapi dengan gas portable ini memiliki keuntungan penjualan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, setiap harinya. “Kalau ketepatan ada acara komunitas bisa lebih Rp 200 ribu. Tapi normal hari-hari biasa pulang bawa Rp 100 ribu,” tambah Ainun Najib. (mg3/gie)

Kota Malang2 mingguSeragam Gratis Dibagikan Usai SPMB Tuntas, Orang Tua Siswa Diminta Jujur Kemampuan Ekonomi
Kota Malang2 mingguNasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
Kota Malang3 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang4 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Kota Malang1 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang4 mingguDepo Pomindo Pertama di Malang Raya Diresmikan, Warga Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp 2 Ribu
Kota Malang3 mingguJelang Idul Adha, Wali Kota Wahyu Tinjau Lapak Penjualan Hewan Kurban di Kota Malang
Kota Malang3 mingguP3BM Minta Kejelasan Revitalisasi Pasar Besar Skema KPBU ke DPRD Kota Malang

















