Pemerintahan
Persiapan Porprov, Wali Kota Usulkan Maping Cabor Potensial dan Gali CSR

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, melakukan audiensi, Jumat (16/04) tadi.
Dalam giat tersebut, KONI memaparkan beberapa hal, seperti laporan penggunaan anggaran, program kinerja tahun 2021, hingga kesiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa KONI perlu mempersiapkan cabang olahraga (Cabor) untuk menyambut Porprov di tahun depan.
“Tahun 2022 adalah pelaksanaan Porprov, tapi tahun ini, kita sudah harus menyiapkan semua. Tadi saya sudah sampaikan, KONI wajib punya maping (pemetaan, red),” kata Wali Kota Malang.
Pemetaan tersebut, dijelaskan Sutiaji, berguna untuk membidik Cabor mana yang punya potensi-potensi dalam menyabet gelar.
“Fungsinya agar kita tahu, Cabor apa saja yang menjadi pundi-pundi medali. Itu nanti, yang akan dikuatkan,” tambahnya.
Sedangkan untuk pengajuan anggaran, diungkap pemilik kursi N1 itu, pihaknya meminta KONI untuk merevisi. Pasalnya, hibah yang diajukan terlalu banyak. “Jadi hibah yang diajukan tinggi, Rp 48 miliar. Tadi saya minta untuk dilakukan revisi,” katanya.
Selain itu, Sutiaji juga berpesan untuk adanya kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaitan dengan dana hibah.
“Bisa nanti kegiatannya dilekatkan pada OPD terkait, misal pengadaan seleksi di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Tinggal nanti bisa disharingkan, bisa jadi dilekatkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kalau peserta cabor yang akan diikuti itu adalah anak SD atau SMP,” urainya.
Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, turut menyampaikan perihal pengajuan anggaran. “Jujur saja kalau kami tidak didukung dengan anggaran memadai, kami juga agak repot. Namun, tadi ada beberapa solusi yang disampaikan Pak Wali,” jelasnya.
Solusi tersebut, disampaikan Edy, antara lain berupa Corporate Social Responsibility (CSR). “Tadi Pak Wali mengusulkan dana menuju Porprov dengan CSR. Tetapi memang disituasi dan kondisi saat ini tidak mudah menggali CSR. Tapi itu harapan pak Wali,” paparnya.
Meski pengajuan sebesar Rp 48 miliar belum mampu sepenuhnya ditanggung oleh Pemkot, Edy merasa maklum. Apalagi, sekarang masih di tengah kondisi pandemi dan pihaknya juga mengerti bahwa keuangan daerah mengalami kesulitan. (mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















