Pemerintahan
Persiapan Porprov, Wali Kota Usulkan Maping Cabor Potensial dan Gali CSR

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, melakukan audiensi, Jumat (16/04) tadi.
Dalam giat tersebut, KONI memaparkan beberapa hal, seperti laporan penggunaan anggaran, program kinerja tahun 2021, hingga kesiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa KONI perlu mempersiapkan cabang olahraga (Cabor) untuk menyambut Porprov di tahun depan.
“Tahun 2022 adalah pelaksanaan Porprov, tapi tahun ini, kita sudah harus menyiapkan semua. Tadi saya sudah sampaikan, KONI wajib punya maping (pemetaan, red),” kata Wali Kota Malang.
Pemetaan tersebut, dijelaskan Sutiaji, berguna untuk membidik Cabor mana yang punya potensi-potensi dalam menyabet gelar.
“Fungsinya agar kita tahu, Cabor apa saja yang menjadi pundi-pundi medali. Itu nanti, yang akan dikuatkan,” tambahnya.
Sedangkan untuk pengajuan anggaran, diungkap pemilik kursi N1 itu, pihaknya meminta KONI untuk merevisi. Pasalnya, hibah yang diajukan terlalu banyak. “Jadi hibah yang diajukan tinggi, Rp 48 miliar. Tadi saya minta untuk dilakukan revisi,” katanya.
Selain itu, Sutiaji juga berpesan untuk adanya kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaitan dengan dana hibah.
“Bisa nanti kegiatannya dilekatkan pada OPD terkait, misal pengadaan seleksi di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Tinggal nanti bisa disharingkan, bisa jadi dilekatkan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kalau peserta cabor yang akan diikuti itu adalah anak SD atau SMP,” urainya.
Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, turut menyampaikan perihal pengajuan anggaran. “Jujur saja kalau kami tidak didukung dengan anggaran memadai, kami juga agak repot. Namun, tadi ada beberapa solusi yang disampaikan Pak Wali,” jelasnya.
Solusi tersebut, disampaikan Edy, antara lain berupa Corporate Social Responsibility (CSR). “Tadi Pak Wali mengusulkan dana menuju Porprov dengan CSR. Tetapi memang disituasi dan kondisi saat ini tidak mudah menggali CSR. Tapi itu harapan pak Wali,” paparnya.
Meski pengajuan sebesar Rp 48 miliar belum mampu sepenuhnya ditanggung oleh Pemkot, Edy merasa maklum. Apalagi, sekarang masih di tengah kondisi pandemi dan pihaknya juga mengerti bahwa keuangan daerah mengalami kesulitan. (mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















