Hukum & Kriminal
Diduga Cabuli Gadis Bawah Umur dengan Modus Ruqyah, Tabib Kedungkandang Kota Malang Dibekuk

Memontum Kota Malang – Seorang laki-laki berinisial EP (47), warga Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dibekuk petugas Satreskrim Polresta Malang Kota. Pria yang bekerja sebagai tabib ini, dibekuk karena diduga telah mencabuli gadis bawah umur sebut saja Bunga (17), asal Kabupaten Malang.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, mengatakan bahwa kejadian pencabulan ini dilakukan pelaku pada Minggu (25/12/2022) sekitar pukul 13.00. Saat itu, korban datang ke praktik pelaku bersama seorang temannya.
Korban datang untuk konsultasi karena sering merasa cemas.
“Korban merasa sering cemas hingga meminta pengobatan pelaku. Saat itulah dilakukan ruqyah. Sedangkan teman korban sendiri diminta untuk menunggu di luar,” ujar AKP Bayu, Rabu (28/12/2022) siang.
Saat melalukan ruqyah, tangan pelaku mulai bergerak mengerayangi korban. Yakni dengan alasan melakukan pengobatan. Pelaku semakin berani hingga tanggannya menyentuh kemaluan korban.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Pelaku sempat meyakinkan korban bahwa apa yang telah dilakukannya tersebut sebagai metode pengobatan. Pelaku terus melakukan pencabulan baik menggunakan tangan maupun alat bantu. Saat itu korban sudah merasa kesakitan, namun pelaku terus melakukan pencabulan.
Baru setelah proses terapi tersebut, korban pun bercerita kepada temannya karena merasakan nyeri pada kemaluannya. Kejadian ini pun sampai terdengar oleh keluarga korban hingga memilih untuk melaporkannya ke Unit PPA Polresta Malang Kota, pada Senin (26/12/2022). Korban pun kemudian dibawa ke RSSA Malang, untuk dilakukan visum.
“Pada Selasa (27/12/2022) pukul 17.00, pelaku berhasil kami amankan. Pelaku kami kenakan Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.
Kini, tambahnya, alat bantu yang digunakan untuk sarana mencabuli korban juga sudah diamankan pihak kepolisian. Terkait kejadian ini, petugas juga masih terus melakukan pendalaman dikarenakan ada dugaan korbannya tidak hanya satu.
“Kami masih melakulan pendalaman. Untuk sementara yang melapor hanya satu orang. Kami menyampaikan apabila ada masyarakat yang telah menjadi korban dari tindakan pelaku, silahkan segera melapor ke Polresta Malang Kota,” ujar AKP Bayu. (gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















