Hukum & Kriminal
Dikemas Nasi Bungkus, Seorang Wanita Coba Selundupkan Ponsel ke Dalam Lapas Kelas 1 Malang

Memontum Kota Malang – Seorang wanita pengunjung di Lapas Kelas 1 Malang coba selundupkan Handphone yang dikemas di dalam nasi bungkus, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 09.15. Namun, usaha wanita yang diketahui berinisial ND, ini gagal setelah petugas keamanan Lapas melakukan pemeriksaan.
Informasinya, peristiwa ini bermula saat seorang pengunjung wanita berinisial ND melakukan kunjungan kepada warga binaan berinisial AS melalui pendaftaran layanan tatap muka secara online pada pukul 09.00. Pada pukul 09.15, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan menggunakan mesin X-Ray.
Seorang petugas bernama Muheri, pun menemukan kejanggalan pada hasil pemindaian yang menunjukkan adanya benda mencurigakan di dalam nasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan sebuah handphone yang sengaja disembunyikan dalam balutan makanan tersebut. Temuan ini, kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti oleh petugas.
Atas temuan ini, petugas segera melaporkan kepada jajaran keamanan dan tata tertib (Kamtib) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengunjung ND kemudian dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya mencoba menyelundupkan handphone ke dalam Lapas.
Baca juga :
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa permintaan handphone tersebut memang berasal dari warga binaan AS yang merupakan suami ND yang disampaikan melalui layanan wartel. Atas perbuatannya, ND telah membuat surat pernyataan bersalah serta siap menerima sanksi berupa larangan berkunjung selama 3 bulan. Sedangkan AS, dikenakan sanksi register F serta penempatan di sel isolasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Menurutnya kejadian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan sistem pengawasan yang telah berjalan.
Dirinya menyampaikan, bahwa keberhasilan ini tidak hanya karena ketelitian petugas, tetapi juga hasil dari penerapan prosedur pemeriksaan berlapis untuk setiap pengunjung, mulai dari pendaftaran kunjungan, pemeriksaan barang menggunakan X-Ray, hingga pemeriksaan badan. “Setiap temuan seperti ini langsung kami tindaklanjuti secara berjenjang, baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan kami bekerja secara nyata,” tegasnya.
Teguh juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan, termasuk memperketat screening barang bawaan dan optimalisasi fungsi petugas di area layanan kunjungan. “Kami secara konsisten meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam Lapas sebagai langkah konkret untuk memutus potensi peredaran Narkoba, di dalam Lapas. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi kami wujudkan melalui pengawasan berlapis dan tindakan tegas di lapangan,” tambahnya. (gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















