Hukum & Kriminal
Usai Dari Velodrom Rajajowas, Siswa SMP Dibegal, Motor Scoopy Amblas

Memontum, Kota Malang – Nampaknya aksi kejahatan semakin meningkatan khususnya kasus 3C (Curat, Curas dan curanmor). Seperti halnya dialami oleh SB (16) siswa Kelas 3 SMP, warga kawasan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Kamis (7/5/2020) pukul 20.30.
Dia menjadi korban begal saat berada di Jl Danau Jonge, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dia dihadang 2 pelaku begal hingga motor Scoopy warna hitam nopol N 5359 GU beserta STNK nya, berhasil dirampas.

korban SB saat ditemui di rumahnya. (ist)
Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa malam itu SB bersama A (16) teman perempuannya, mengendarai motor Scoopy secara berboncengan. Mereka awalnya berencana membeli buku di Pasar Buku Wilis.
Sesampainya di Blok Wilis, ternyata kondisi pasar buku banyak yang tutup dan terlihat sepi. Oleh karena itu mereka melanjutkan perjalanan untuk membeli buku di Velodrom. Mereka kemudian tiba di Velodrom hingga sudah mendapatkan buku yang dicari.
Saat perjalanan pulang, SB merasa ada pengendara motor yang membuntutinya dari belakang. Namun dia tidak mengira kalau dirinya bakal menjadi korban begal.
Sesampainya di Jalan Danau Jonge, laju motornya dipotong 2 pelaku yang mengendarai motor Honda Beat berboncengan. Tanpa banyak bicara pelaku yang berada diboncengan segera turun.
Pelaku memcengkeram tangan kanan korban dan memintanya turun dari motor. Terang saja korban berusaha mempertahankan motornya, namun malah bogem mentah mendarat di matanya.
Teman perempuan korban yakni A merasa ketakutan. Dia juga terkena pukul dibagian tengkuk. SB dan A pun terjatuh, saat itulah pelaku merampas motor Scoopynya dan segera kabur. Kejadian ini cukup cepat hingga pelaku berhasil melakukan aksinya dengan mulus.
Sementara itu BS dan A yang merasa trauma meminta tolong kepada para pengguna motor yang melintas hingga diantar ke Polsek Kedungkandang. Jumat (8/5/2020) pagi, saat wartawan mendatangi rumah BS, ditemui Hamidah (52), ibunya.
Hamidah membenarkan bahwa motor Scoopy miliknya yang baru dibeli 2 bukan lalu, telah hilang dibawa kabur pelaku begal.
“Motor dan STN Knya dibawa pelaku. STNK nya saat itu herada di jok motor hingga ikut hilang dibawa pelaku. Ini rencana mau melapor ke polisi. Masih nunggu foto kopi BPKB dari leasing. Kami berharap nantinya motor kami bisa ditemukan kembali,” ujar Hamidah. (gie/oso)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















