Kota Malang
Obati Rindu Masa Kecil, Jajanan Jadul Lengkapi Stand Kemeriahan Perayaan Imlek Kota Malang

Memontum Kota Malang – Banyaknya jajanan kekinian yang semakin marak, tidak membuat jajanan jadul (bukan kekinian, red), mengalami kemunduran atau menjadi langka. Pemandangan itulah, yang terlihat dalam salah satu stand jajanan kemeriahan perayaan Imlek, yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Malang.
Salah satu penjual jajan jadul, Harinik (76), mengatakan jika dirinya sengaja menjual jajanan jadul, karena ingin turut membantu masyarakat dalam mengobati rasa rindu pada jajanan masa kecil. Sehingga, apa yang dijual, tidak hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa. Namun, juga untuk anak-anak sekarang, karena bisa sebagai pembelajaran atau media komunikasi antara orang dewasa atau orang tua dengan anaknya.
“Pastinya, mereka yang membeli jajanan jadul ini, akan kangen dan penasaran dengan rasanya. Apakah masih sama atau tidak. Kemudian, memori lama yang itu bisa menjadi media edukasi untuk anak sekarang,” kata Harinik, Sabtu (21/01/2023) tadi.
Baca juga:
- Dishub Kota Malang Siapkan Sistem Monitoring Digital untuk Angkot Pelajar
- Disdikbud Kota Malang Pastikan Bus Sekolah Tetap Beroperasi, Nasib Aset Dikaji
- Pemkot Malang Bidik Kerja Sama Antar Daerah dari Forum APEKSI 2026
- Konsumsi Ubi Jalar Kota Malang Baru 6 Persen, Dispangtan Genjot Diversifikasi Pangan
- Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, BI Malang Optimis Ekonomi Tetap Terjaga
Diuraikannya, beberapa jajanan jadul yang dijualnya, itu seperti Gulali, Arbanat, Kue Koya hingga Makroni Pedas. Sedangkan untuk harganya, tetap murah yakni antara Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu perpack.
“Harganya macam-macam. Tetapi tetap murah meski dijual di dalam mal dan saat ada event,” ujarnya.
Lebih lanjut perempuan lanjut usia yang tinggal di Jalan Tanjung Gang 02, Kota Malang, itu mengaku bahwa untuk jajanan jadul yang dijualnya, tidak membuat sendiri. Namun, pesan kepada pihak lain, untuk kemudian dijual kembali.
“Saya menjualnya ya saat even seperti ini. Makanya, pemesanan juga dalam jumlah terbatas,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan KMP yang Tak Mampu Fasilitasi Masyarakat
Kota Malang4 mingguDPRD Kota Malang Soroti PKL Semi Permanen dan Desak Revitalisasi Pasar Tawangmangu
Kota Malang3 mingguKetua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
Kota Malang2 mingguWali Kota Malang Siapkan Surat Edaran Larangan ASN Bermedia Sosial saat Jam Kerja
Kota Malang3 mingguRatusan Mahasiswa UB Turun ke Jalan, Soroti Kenaikan Harga hingga Desak Penghentian MBG
Kota Malang1 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang3 mingguPengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Pemkot Malang Target Rampung November 2026
Kota Malang3 mingguPelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan

















