Kota Malang
Maksimalkan Pendapatan Pajak, Wali Kota Malang Optimis Mandiri Fiskal

Memontum Kota Malang – DPRD Kota Malang menggelar Rapat Paripurna mengenai penyampaian pandangan umum fraksi atas Ranperda APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2023 di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (19/10/2022) tadi.
Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa harapan mendatang Kota Malang bisa menuju mandiri fiskal. Dengan pendapatan daerah didukung dari sektor pajak, yang akan dimaksimalkan hingga Rp 1,6 triliun. Itu akan dilakukan, supaya tidak mengandalkan dana dari pusat.
“Pendapatan dari sektor pajak aja Rp 1 triliun lebih, maka seluruh pendapatan kita dipostur APBD lebih dari Rp 1,3 triliun, itu dari seluruh pendapatan giro, retribusi dan seterusnya. Jadi harapannya nanti kita bisa mandiri fiskal, sekarang baru mau menuju kesana,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Terkait dengan sisa lebih pengeluaran anggaran (Silpa), menurutnya saat ini sudah bisa diantisipasi, bahkan untuk tahun 2023. Dikatakan, itu karena dana anggaran perimbangan yang ada sama dengan dana yang diperoleh dari pusat.
“Katakan kalau 10 persen dari dana perimbangan kita Rp 1,2 triliun, berartikan sudah jelas depan mata kita bahwa silpa sudah Rp 120 miliar dan asumsi silpa itu sudah masuk di daerah,” katanya.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Lebih lanjut disampaikan, bahwa Kota Malang menjadi kota yang serapan anggarannya tinggi. Karena di dalam APBD perubahan didapatkan bonus serapan anggaran hampir Rp 10 miliar.
“Alhamdulillah dari 6 daerah, Kota Malang menjadi salah satu daerah yang serapan anggarannya tinggi, sehingga kemarin di APBD perubahan ada Rp 9,8 miliar dapat bonus serapan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyarankan untuk APBD di tahun 2023 nantinya dilakukan untuk pengerjaan proyek menyerap tenaga kerja atau padat karya. Hal itu dilakukan untuk menekan tingginya angka inflasi.
“Kami menyarankan tender-tender bisa dikurangi, maka padat karya langsung. Sehingga, bisa menekan tingginya akan inflasi,” ucap Made.
Terkait dengan Silpa, dirinya memprediksi bahwa masih tetap sama diangka Rp 250 hingga Rp 300 miliar, menurutnya itu terjadi karena masih ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana. “Evalusi baru turun kemarin senin, kami bahas masih per hari ini. Nomenklatur dari provinsi jadi terjadi penumpukan. Menyetujui di 23 september, tapi proses di provinsi 1 bulan, sehingga semua ketunda dan prediksi kami silpa tetap,” ujar Made. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















