Pemerintahan
Permudah Pendataan, BPS Kota Malang Terapkan Sistem Online Sensus Penduduk 2020

Memontum Kota Malang – Dalam agenda sepuluh tahunan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang akan menerapkan Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online. Perubahan sistem di agenda ketujuh ini merupakan upaya untuk mempermudah proses pendataan seiring perkembangan teknologi.
“Sensus Penduduk (SP) rutin dilaksanakan BPS setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Penduduk 2020 merupakan sensus penduduk pertama kali yang dilakukan secara online. Ini sebuah lompatan inovasi baru dari BPS dengan menggunakan teknologi,” seru Kepala BPS kota Malang, Sunaryo, ditemui di kantor BPS Kota Malang.
Nantinya, masyarakat bisa mengupdate data dirinya secara mandiri melalui aplikasi berbasis web yang telah disiapkan oleh BPS dengan menggunakan gadget. Tantangan kedepan, lanjut Sunaryo, bagaimana para stakeholder terutama Pemerintah Daerah (Pemda) bisa memberikan dukungan, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kedepan sensus penduduk di kota Malang akan dilakukan secara online.
“Kota Malang termasuk daerah tujuan pendidikan, diharapkan partisipasi masyarakat untuk melakukan sensus penduduk secara online bisa lebih lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya,” harapnya.
Menurutnya, dengan sensus online dapat berhemat cukup tinggi. Selain jumlah petugas, fasilitas gawai milik masyarakat untuk mengupdate data pribadinya secara mandiri. Meski demikian, petugas sensus tetap akan melakukan pengecekan. Bukan lagi mewawancarai, namun tinggal mengecek kesesuaian datanya. Dan yang didatangi oleh petugas adalah mereka yang memang terlewatkan atau belum melakukan sensus online.
“Dulu, kalau melakukan SP butuh lebih dari 2.000 petugas. Tapi dengan melaksanakan sensus online, kemungkinan hanya butuh kurang dari 1.000 petugas. Mungkin sekitar 900 orang petugas di kota Malang akan mengecek masyarakat yang memang tidak terdata melalui online,” tandasnya.
Sensus online akan dilaksanakan mulai bulan Februari sampai dengan Maret 2020. Target nasional sekitar 20 sampai 30 persen rata-rata Kabupaten Kota, namun dengan metode online, target partisipasi warga kota Malang bisa setinggi-tingginya. (adn/yan)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















