Kota Malang
Relokasi Pasar Induk Gadang Dimulai, DPRD Kota Malang Minta Ada Dana Pendamping

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai melakukan penataan Pasar Induk Gadang, dengan merencanakan relokasi para pedagang ke sisi selatan pasar. Mengenai rencana itu, mendapat masukan positif dari DPRD Kota Malang, khususnya terkait pentingnya dana pendamping.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dwicky Salsabil Fauza, menyampaikan bahwa ada sekitar 686 pedagang yang akan direlokasi secara bertahap. Dalam pendampingan tersebut, tentunya tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga harus mencakup dukungan moral dan finansial dari pemerintah.
“Kami meminta agar bedak untuk para pedagang dibangun secara layak dan anggaran pendamping dari Pemkot juga dikucurkan. Ini penting agar pedagang terlindungi selama masa relokasi dan pembangunan berlangsung,” kata Dwicky, Jumat (10/07/2025) tadi.
Saat ini, relokasi dilakukan secara swadaya. Namun, dalam hal ini DPRD Kota Malang menekankan pada Pemkot agar mengupayakan ada alokasi dana pendamping dalam APBD, termasuk untuk infrastruktur dasar seperti air, saluran pembuangan dan fasilitas umum.
“Karena bukan hanya persoalan bedak, bukan hanya tempat, tapi infrastruktur tadi, air dan sebagainya juga harus tetap ada,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Gadang sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun. DPRD mendorong agar aspek sanitasi, drainase dan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama dalam proses revitalisasi pasar.
Baca juga :
“Relokasi ke sisi selatan pasar ini adalah langkah awal untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Meski beberapa pembangunan sudah dilakukan, tapi belum menyelesaikan masalah,” tambah Dwicky.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi, mengatakan bahwa Pemkot melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) telah menyewa lahan milik warga senilai Rp 1,3 miliar untuk tempat relokasi. Namun, dalam anggaran saat ini, belum ada alokasi khusus untuk pembangunan bedak pedagang.
“Kalau saya lihat, anggaran hanya untuk sewa lahan. Tidak ada untuk bangun bedak. Karena masuk dalam refocusing dan efisiensi. Tapi untuk kepentingan publik, ya silahkan saja dijalankan,” ucapnya.
Arif juga menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur jalan di sekitar lokasi relokasi. Meskipun sebelumnya sempat dianggarkan, namun program itu terkena efisiensi pusat. Arif berharap perbaikan jalan bisa dimasukkan dalam APBD 2026.
“Tidak mungkin relokasi sudah dilakukan tapi jalannya tetap rusak. Apalagi bekas bongkaran. Itu tanggung jawab kita,” tegas Arif.
Lebih lanjut Arif menyebut, bahwa pembangunan Pasar Gadang direncanakan akan dilakukan secara total menjadi pasar induk berskala besar. Proyek tersebut ditargetkan mampu menampung lebih dari 1.000 pedagang.
“Karena rencananya Pasar Gadang bongkar total jadi pasar induk yang besar. Sehingga angka 600 lebih pedagang bisa masuk dan proyeksinya dapat menampung lebih dari 1000 pedagang,” imbuh Arif. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















