Kota Malang
Dispangtan Pastikan Hewan Kurban di Kota Malang Bebas PMK dan Penyakit Menular

Memontum Kota Malang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa ratusan hewan ternak yang ada telah divaksinasi sejak awal tahun 2026. Tentunya itu untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Alhamdulillah, Kota Malang juga mendapatkan jatah vaksinasi. Pencegahan sudah kami lakukan sejak Januari. Kurang lebih sudah 800-an hewan tervaksinasi,” ujar Anton, Senin (25/05/2026) tadi.
Anton memastikan, hingga saat ini hewan ternak di Kota Malang terbebas dari penyakit antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sementara untuk PMK, menurutnya masih ditemukan di beberapa daerah, namun kondisi di Kota Malang masih terkendali.
“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” katanya.
Selain sapi, Dispangtan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan kambing yang dijual sebagai hewan kurban. Beberapa penyakit yang biasanya ditemukan pada kambing antara lain pink eye, orf atau luka pada mulut, serta scabies.
Baca juga :
“Alhamdulillah mulai pemeriksaan hari Kamis lalu, sudah tidak ditemukan lagi penyakit-penyakit itu. Kemungkinan dari daerah asal sudah dilakukan pengobatan,” tuturnya.
Ditambahkannya, bahwa hanya hewan sehat yang diperbolehkan masuk dan dijual di Kota Malang. Jika ditemukan hewan sakit, petugas akan meminta pedagang mengembalikannya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau apabila hewan yang dijual belum memenuhi syarat umur untuk kurban.
“Kita infokan ke penjual kalau belum cukup umur, kami imbau jangan dijual sebagai hewan kurban. Itu lebih tepat untuk sedekah,” tegasnya.
Lebih lanjut Anton juga meminta masyarakat, untuk tidak khawatir terhadap ancaman penyakit hewan. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan secara berkala melalui surveilans penyakit hewan menular maupun zoonosis.
“Kami terus melakukan surveilans penyakit, baik antarhewan maupun zoonosis. Jadi kalau ada penyakit bisa segera tertangani,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Anton juga membagikan ciri-ciri sederhana hewan kurban sehat yang bisa dikenali masyarakat. Di antaranya bulu terlihat mengkilat, mata berbinar, serta kondisi berdiri dan berjalan normal tanpa cacat.
“Kalau bulunya mengkilat, matanya berbinar, cara berjalan dan berdirinya normal, biasanya itu sehat,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















