Kota Malang
Buka Pameran Zumenart, Wali Kota Malang Ajak Anak Cintai Budaya Lewat Permainan Monopoli

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka kegiatan pameran seni bertajuk Bangga Indonesia, yang diselenggarakan oleh Zumenart, di Shalimar Hotel, Kota Malang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari rangkaian Tong Tong Night Market 2025, sebuah festival budaya dan kuliner dalam program unggulan Kharisma Event Nusantara.
Pameran yang menampilkan 60 karya seni dari anak-anak usia 5 hingga 17 tahun, itu mengambil tema pelestarian budaya Indonesia. Uniknya, karya seni tersebut dikemas dalam bentuk permainan Monopoli, yang menampilkan kekhasan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.
“Anak-anak sekarang cenderung sudah tergerus oleh budaya luar. Lewat ajang seperti ini, kita ajarkan bagaimana mengenal budaya sendiri, dengan cara yang menyenangkan. Kalau sekarang tidak diperkenalkan, bagaimana nanti di 2045 saat Indonesia Emas, generasi muda justru tidak tahu budaya bangsanya sendiri,” kata Wali Kota Wahyu.
Dirinya juga mengapresiasi, karya seni anak-anak yang turut dipamerkan. Karena sebagian hasil penjualannya, akan didonasikan ke Karimun Art, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.
“Dari anak-anak yang melukis, kita bisa melihat bagaimana mereka memahami budaya lewat cerita dalam gambar,” ujarnya.
Baca juga :
Sementara itu, Public Relations (PR) Zumenart, Yoga Devian, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan bentuk ekspresi nasionalisme anak-anak yang dikemas dalam permainan edukatif. “Permainan Monopoli dipilih karena dekat dengan dunia anak-anak. Dalam pameran ini, setiap kotak dan atribut Monopoli adalah hasil karya seni anak-anak, mulai dari lukisan akrilik, goache, digital, hingga watercolor,” jelas Yoga.
Selain sebagai media edukasi budaya, kegiatan tersebut juga menanamkan semangat sosial. Anak-anak diajak berdonasi kepada Yayasan Asmorobangun, yang dikenal sebagai pelestari Tari Topeng Malangan secara turun-temurun.
“Anak-anak bukan hanya belajar seni, tapi juga memiliki pengalaman memberi. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan cinta budaya,” imbuh Yoga.
Adapun karya yang dipamerkan, meliputi 22 lukisan akrilik, 8 karya digital, 12 lukisan goache dan 18 karya watercolor. Karya-karya tersebut akan dipamerkan secara umum hingga Rabu, 30 Juli 2025. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















