Kota Malang
Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Ditarget Rampung Pertengahan April

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memastikan para pedagang Pasar Induk Gadang dapat menempati tempat relokasi sementara pada pertengahan April 2026. Hal itu disampaikan Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.
Menurut Eko, saat ini proses relokasi masih berada pada tahap pembersihan area belakang lokasi relokasi yang telah selesai dibangun. Sebelum pedagang dipindahkan, pemerintah harus memastikan akses masuk dan area berjualan benar-benar siap.
“Yang kita pindahkan itu pedagangnya, bukan hanya barangnya. Jadi tempat relokasinya harus benar-benar siap dulu,” ujar Eko, Senin (30/03/2026) tadi.
Eko menjelaskan, bahwa proses pembersihan dilakukan dengan membongkar kios-kios yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal maupun kios yang sudah tidak difungsikan untuk aktivitas perdagangan. Tercatat, ada sekitar 300 kios yang dipakai sebagai tempat tinggal pedagang harus dibongkar terlebih dahulu agar akses menuju area relokasi dapat digunakan.
Baca juga :
“Saat ini progres pembongkaran telah mencapai sekitar 40 persen. Harapannya segera rampung agar 1.200 pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan dapat dipindahkan ke dalam secara serentak,” ucapnya.
Eko menegaskan, proses relokasi ini tidak mengalami kemunduran jadwal. Dia meluruskan bahwa target H+7 Lebaran sebelumnya merupakan awal tahapan pembersihan, bukan perpindahan pedagang secara penuh.
“H+7 itu mulai prosesnya, bukan langsung pindah semua. Sekarang tahapannya pembersihan dulu,” katanya.
Nantinya, setelah seluruh pedagang berhasil direlokasi, tahapan berikutnya adalah perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan Pasar Induk Gadang. Dengan dilakukan perbaikan tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi akses lalu lintas serta meningkatkan kenyamanan masyarakat di kawasan pasar.
“Setelah relokasi selesai, langsung perbaikan jalan supaya akses kembali normal dan masyarakat juga lebih nyaman,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















