Kota Malang
Program NUFReP Kota Malang untuk Benahi Drainase Bondowoso – Tidar dan Jaksa Agung Suprapto

Memontum Kota Malang – Kota Malang menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program New Urban Flood Resilience (NUFReP), sebuah program penguatan ketahanan banjir perkotaan yang didanai oleh lembaga internasional melalui pemerintah pusat. Untuk saat ini, program sedang dalam proses lelang oleh pemerintah pusat.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa dalam program NUFReP mencakup pembangunan drainase dan mini bozem di kawasan Bondowoso–Tidar. Bozem tersebut, berfungsi sebagai kolam tampung sementara untuk menahan aliran air sebelum masuk ke saluran utama yang baru.
“Di Bondowoso nanti ada mini bozem. Air ditampung dulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” ujar Dandung, Selasa (13/01/2026) tadi.
Dikatakannya, bahwa pendanaan proyek tersebut berasal dari program NUFReP yang didanai lembaga internasional melalui pemerintah pusat, dengan total nilai bantuan sekitar Rp 145 miliar. Pengerjaan proyek tersebut, akan dilakukan pada tahun 2026 ini.
“Kalau sesuai jadwal, penandatanganan kontrak dilakukan antara akhir Februari sampai awal Maret 2026. Setelah Lebaran, pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Baca juga :
Kemudian, untuk target rampung proyek tersebut yakni pada awal tahun 2027. Durasi pengerjaan yang cukup panjang itu disebabkan karena panjang saluran, dimensi konstruksi yang besar, serta metode pengerjaan yang dilakukan di tengah badan jalan.
“Pekerjaannya menggunakan box culvert dengan ukuran sekitar dua sampai tiga meter. Pengerjaan juga dilakukan di tengah jalan, sehingga membutuhkan tahapan dan pengaturan lalu lintas yang cermat,” katanya.
Selain kawasan Bondowoso–Tidar, proyek NUFReP juga mencakup pembangunan drainase di Jalan Jaksa Agung Suprapto, dengan outlet saluran menuju kawasan Metro di Tidar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menegaskan bahwa program NUFReP merupakan bagian dari upaya konsisten pemerintah dalam meningkatkan ketahanan banjir, seiring penetapan Malang Raya sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional.
“Ini adalah konsistensi kita untuk terus membenahi. Tidak semua langkah sempurna, tapi ini komitmen untuk mengurangi kerawanan banjir di Malang Raya,” imbuh Wagub Emil. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















