Kabupaten Malang
Pengamat Keamanan ISESS Nilai Harusnya Insiden Kanjuruhan Tak Perlu Terjadi

Memontum Malang – Banyaknya korban meninggal dunia dalam insiden paska pertandingan Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, menuai sorotan serius. Salah satunya, seperti yang disampaikan Pengamat Keamanan Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto. Menurutnya, insiden Kanjuruhan (Stadion, red) tidak perlu terjadi jika panitia disiplin pada statuta FIFA.
“Panitia disiplin pada statuta FIFA, yang menyatakan larangan penggunaan gas air mata dalam pengamanan pertandingan sepak bola di sebuah stadion,” ujar Bambang, Minggu (02/10/2022) tadi.
Ditambahkannya, tragedi itu juga menunjukan bahwa polisi tidak bisa melakukan prediksi dan pencegahan bila terjadi kerusuhan di dalam stadion. Sehingga, terjadi korban akibat desak-desakan di pintu keluar karena kepanikan suporter.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Harus dilihat, bahwa tidak semua suporter adalah perusuh. Prediksi dan prevention itu meliputi rencana pengamanan, jumlah personel dan antisipasi bila ada kedaruratan,” tambahnya.
Merespon insiden ini, ISESS mendesak agar Kapolri segera mencopot Kapolres Malang, sebagai penanggung jawab keamanan pertandingan dan Kapolda Jatim, sebagai penanggung jawab keamanan wilayah dan mengusut tuntas penanggung jawab penyelenggaraan pertandingan. Mulai panitia, PT LBI maupun PSSI, sehingga tidak terjadi tragedi besar seperti ini.
“Dalam pengamanan harus ada rencana pengamanan (Renpam) dan kontijensi (cadangan) untuk mengantisipasi kedaruratan. Tragedi itu, tidak perlu terjadi bila panitia dan aparat keamanan presisi, prediktif dan responsible, sehingga bisa preventif pada kedaruratan,” lanjutnya. (sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















