Kota Malang
Pendidikan Karakter Masih Jadi Tantangan di Era Program Merdeka Belajar

Memontum Kota Malang – Masalah pendidikan karakter, saat ini masih menjadi tantangan di tengah era program Merdeka Belajar. Hal itu, dikatakan oleh anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, pada Kamis (04/05/2023) tadi.
Menurut Suryadi, masalah pendidikan karakter ini harus di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, para peserta didik mampu dan bisa mewujudkan nilai-nilai pendidikan yang di dapat dari sekolah.
“Guru, orang tua dan peserta didik harus mampu berkolaborasi dalam perjalanan menuju ilmu pengetahuan yang berasaskan pendidikan moralitas. Sehingga, terbentuk peserta didik yang berkemajuan dan visioner untuk menjawab tantangan perkembangan zaman,” kata Suryadi.
Kemudian, menurutnya para peserta didik saat ini sangat rentan dengan budaya hedonisme di lingkungan masyarakat. Karena itu, pihaknya juga menekankan bahwa pendidikan harus mampu menyeimbangkan kebutuhan siswa akan kesenangan, kebutuhan moral dan etika.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Pendidikan itu harus bisa menyeimbangkan, agar siswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berintegritas dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat. Terlebih, dengan munculnya berbagai informasi yang mudah diakses melalui media sehingga, interaksi dengan teman sejawat membuat moralitas anak terkikis,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya juga menyampaikan jika DPRD Kota Malang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), akan berupaya meningkatkan regulasi dengan pembahasan Perda Kota Layak Anak (KLA).
“Perda tersebut sedang dalam tahap perampungan, diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan moral di Kota Malang. Kami berupaya dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan dan meningkatkan pendidikan karakter siswa,” katanya.
Pihaknya juga berharap, kedepan DPRD Kota Malang bersama dengan Pemkot Malang, dan seluruh pihak terkait, terus bersinergi untun kemajuan pendidikan di Kota Malang. Sebab, hal tersebut dinilai mampu untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















