Kota Malang
Nilai Penanganan Banjir di Kota Malang Belum Maksimal, Komisi C DPRD Minta Evaluasi Kawasan Rawan Banjir

Memontum Kota Malang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Malang dan menyebabkan banjir, mendapat sorotan dari Anggota komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi. Menurutnya, penanganan banjir di Kota Malang hingga saat ini masih belum maksimal.
Pria yang akrab disapa Arief, itu mengatakan bahwa pembangunan drainase dan gorong-gorong besar yang selama ini dikerjakan, belum memberikan hasil signifikan. Karena itu, Arief mendorong adanya evaluasi besar-besaran terhadap seluruh kawasan rawan banjir.
“Belum maksimal, walaupun pembuatan drainase terus berlanjut sesuai roadmap. Ini perlu dievaluasi, kenapa dengan pembangunan gorong-gorong besar, banjir masih saja terjadi. Tidak bisa dibiarkan. Kota Malang harus melakukan evaluasi besar-besaran pada kawasan-kawasan yang utamanya dilanda banjir,” jelas Arief, Sabtu (06/12/2025) tadi.
Baca juga :
Menurut Arief, penyebab banjir akan lebih mudah ditemukan apabila Pemkot Malang melakukan pendataan ulang. Arief menyoroti kemungkinan gorong-gorong yang tertutup atau berukuran tidak memadai. “Kalau gorong-gorong sudah dibuat tapi air tidak bisa masuk, ya percuma. Bisa jadi tertutup bangunan atau afurnya tidak maksimal. Ini harus dicek. Mumpung musim hujan, evaluasi akan lebih mudah,” ujarnya.
Arief juga mendukung opsi penambahan sumur resapan, namun menekankan bahwa hambatan aliran air menuju gorong-gorong adalah persoalan utama yang harus segera dibereskan. Menurutnya, Pemkot Malang tidak boleh diam, jika ada saluran yang ditutup bangunan, itu harus ditindak.
“Contohnya di kawasan Ahmad Yani itu kan jebol karena terdapat bangunan tepat di atas saluran. Ini harus ditindak. Kalau memang harus pakai gril, ya jangan ditutup total supaya air tetap bisa masuk,” tegasnya.
Melihat luasan area terdampak hingga bergesernya titik banjir di tiap hujan besar, Arief menilai Kota Malang dalam kondisi darurat banjir. “Menurut saya darurat, karena bukan hanya kemarin. Titiknya juga berubah-ubah. Dulu di Klojen minim, sekarang yang parah Blimbing dan Lowokwaru. Kedungkandang justru tidak banjir. Ini tanda perlunya evaluasi total,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















