SEKITAR KITA
Kemenag Kota Malang Himbau Tak Perlu Gelar Takbir Keliling

Memontum Kota Malang – Berbagai macam kegiatan untuk menyambut Idul Fitri, sudah menjadi suatu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Salah satunya, mengisi malam Idul Fitri dengan menggelar tradisi takbir keliling.
Hanya saja, karena dalam kondisi pandemi Covid-19, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Malang, Muhtar Hazawawi, pun menghimbau warga untuk tidak melakukan kegiatan takbir keliling tersebut.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
“Kemenag menghimbau, untuk masa pandemi ini, tidak melaksanakan takbir keliling. Ini untuk menghindari potensi kerumunan massa,” ungkapnya, Rabu (12/05) tadi.
Pria yang akrab disapa Muhtar itu menambahkan, takbir di rumah masing-masing, juga lebih baik untuk dilakukan pada masa pandemi ini. “Sudah, lebih baik takbir di rumah dengan khusyuk. Lalu silaturahmi juga, secara daring dari rumah saja kan asyik,” tambahnya.
Menjaga tali persaudaraan sambil bermaaf-maafan secara virtual, dikatakan Muhtar, juga sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah. Di mana, Pemerintah Pusat maupun Daerah, sudah gencar menegaskan pelarangan mudik sejak 6 Mei 2021 lalu.
“Tetap patuhi dan dukung pemerintah dalam larangan mudik. Tradisi mudik bisa ditunda setelah semuanya kembali normal,” jelasnya.
Sementara itu, tidak lupa dirinya mengingatkan ketaatan terhadap protokol kesehatan (Prokes), saat umat Islam menjalankan Sholat Ied, Kamis (13/05) besok.
“Berdasarkan SE Kemenag, kami menganjurkan hanya 50 persen dengan jarak yang aman, pakai masker dan wajib cuci tangan. Upayakan Sholat Idul Fitri di sekitar rumahnya masing-masing, agar tidak berkerumun,” tegasnya.
Baginya, dengan mematuhi kebijakan pemerintah dan sadar akan Prokes, sudah mencerminkan ajaran agama. Pasalnya, fungsi menyelamatkan adalah ajaran dari agama manapun.
“Kemenag hanya sebatas menghimbau. Jika ada pelarangan, yang akan menindak adalah aparat penegak hukum, seperti kepolisian. Namun, kami harap warga bisa mematuhi. Sehingga kita semua terselamatkan dari penularan virus Covid-19,” paparnya. (mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















