Kota Malang
Kasus PMK di Kota Malang Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Pasaran

Memontum Kota Malang – Meski di Kota Malang mencatat adanya tambahan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, namun hal ini tidak berdampak pada harga penjualan daging sapi. Hal ini, dirasakan oleh pedagang daging di Pasar Besar Kota Malang, Fatimah.
Menurutnya, sampai dengan saat ini penjualan masih berjalan dengan normal. Tidak ada penurunan pembeli atau pun kenaikan harga daging sapi.
“Harga daging masih normal, yaitu di kisaran Rp 120 hingga Rp 125 ribu perkilogram. Untuk pembeli juga tetap stabil. Hal itu, dimungkinkan karena penanganan PMK sekarang lebih cepat, jadi dampaknya tidak sebesar tahun sebelumnya,” kata Fatimah, Selasa (07/01/2025) tadi.
Ditambahkannya, bahwa seluruh daging yang diperjualbelikan berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) dan dipantau oleh Dinas Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang. Hal ini dilakukan, untuk memastikan kualitas dan keamanan daging sapi yang beredar di pasaran.
“Semua daging yang kami jual dipantau oleh RPH. Kalau beli dari desa yang tidak melalui RPH, justru itu yang kurang aman,” tambahnya.
Baca juga :
Dibandingkan dengan situasi pada tahun 2022 saat wabah PMK meluas, Fatimah mengaku lebih khawatir pada waktu itu. Karena, penjualan kala itu sempat turun hingga 50 persen meski harga tetap stabil. Namun, untuk kondisi di tahun ini berbeda.
“Sekarang ini lebih baik. Mudah-mudahan dampak PMK tidak sebesar sebelumnya. Penjualan saat ini normal, meskipun pembeli agak turun sedikit. Kami berharap menjelang puasa dan Idul Fitri nanti penjualan meningkat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Fatimah menyebut, bahwa pasokan daging sapi yang diambilnya dari RPH, disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Pada hari-hari biasa, stok daging yang diambil hanya secukupnya atau sesuai dengan permintaan harian. Kondisi itu, berbeda tatkala hari besar seperti Idul Fitri, Nataru dan sebagainya.
“Biasanya satu ekor sapi dibagi untuk beberapa pedagang di sini. Kalau hari besar, stok bisa naik, tapi untuk saat ini masih normal,” paparnya.
Dengan pengawasan ketat dan penanganan PMK yang lebih baik, Fatimah optimis penjualan di Pasar Besar akan tetap stabil dan aman bagi konsumen. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















