Kota Malang
Dishub Kota Malang Paparkan Skema dan Rute Trans Jatim Malang – Batu

Memontum Kota Malang – Skema pengoperasian Trans Jatim rute Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, kian mendapat titik terang. Itu diketahui, saat dilakukan pertemuan bersama dengan Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Jawa Timur, Dishub Kota Malang, DPRD Kota Malang dan DPRD Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pertemuan itu baru saja dilakukan pada Jumat (26/09/2025) kemarin, di gedung DPRD Kota Malang. Pertemuan tersebut, membahas secara detail terkait jalur, skema operasional, hingga manfaat kehadiran transportasi massal tersebut.
“Sudah ada penjelasan terkait skemanya, bagaimana rute yang dilewati. Kemarin sudah dilakukan pertemuan bersama dengan Ibu Ketua DPRD Kota Malang, Ibu DPRD Provinsi Jatim Bu Dewanti dan juga dari Dishub Provinsi Jatim,” ujar Jaya, saat ditemui Sabtu (27/09/2025) tadi.
Saat disinggung soal penolakan sebagian sopir angkutan, menururnya itu bagian dari dinamika. Apalagi, para sopir angkot yang tergabung dalam paguyuban itu masih belum paham terkait detail skema Trans Jatim.
“Jadi mereka (para sopir) masih bertanya-tanya. Karena memang antar wilayah juga saling komunikasi,” ucapnya.
Baca juga :
Ditambahkan, bahwa Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki jalur yang lebih sedikit. Sehingga, perlakuannya berbeda dengan Kota Malang. “Kalau di Kota Malang jalurnya panjang dan tersendiri. Halte pun masih ada yang belum dipastikan, bahkan masih ada satu jalur yang belum mencapai kata sepakat. Jadi memang butuh penyesuaian,” katanya.
Terkait waktu peluncuran, Jaya menegaskan belum bisa memastikan bulan berapa Trans Jatim akan mulai beroperasi. “Itu ranahnya Dishub Provinsi. Tapi dari pertemuan kemarin, berharap Trans Jatim segera terwujud. Karena ini bisa mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menjawab kebutuhan transportasi publik masyarakat Kota Malang,” tuturnya.
Untuk rute yang akan ditempuh, Trans Jatim menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang hingga Terminal Batu. Jalurnya melalui beberapa titik penting, di antaranya Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ki Ageng Gribig (Exit Tol Pakis), kawasan Velodrome, Stasiun Malang, Kayutangan Heritage, Ijen, Veteran, MT Haryono, Tlogomas, Terminal Landungsari, Raya Sengkaling, hingga Oro-Oro Ombo sebelum berakhir di Terminal Batu.
“Karena infrastrukturnya terbatas, maka jalurnya tidak bisa dibuat mandiri, tapi harus bergabung dengan jalur yang ada. Namun, rute ini tetap dirancang agar bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” imbuh Jaya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang5 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















