Kota Malang
Densus 88 Minta Perguruan Tinggi Adakan Mata Kuliah Pencegahaan Radikalisme

Memontum Kota Malang – Direktur Pencegahan Densus 88, Kombes Pol Ami Prindani SIK MSi, menjadi keynote speaker dalam Diskusi ‘Menolak Paham Intoleran, Radikalisme dan Terorisme’ di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang, Kamis (30/06/2022) tadi.
Dalam diskusi itu, pihaknya mengungkap bahwa penyebaran radikalisme saat ini semakin cepat. Apalagi, di lima tahun terakhir ini penangkapan yang dilakukan oleh Densus meningkat drastis. Sehingga, kerawanan dinilai masih cukup tinggi.
“Untuk pintu masuk radikalisme ini pertama dari media sosial. Kedua, bisa dari dosen radikal, ketiga dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), lalu lembaga dakwah kampus, keluarga, dan lingkungannya,” jelas Kombes Pol Ami.
Dikatakannya, upaya pencegahan radikalisme itu sangat bagus apabila dijadikan sebagai materi mata kuliah di dalam lingkup Perguruan Tinggi (PT). Pasalnya, itu akan menjadi pemahaman bagi semua siswa, dan sangat bagus apabila didapat oleh semuanya, bukan hanya tertentu saja.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Bagus sekali kalau materi pencegahan radikalisme masuk ke masing-masing kampus. Apalagi masuk dalam mata kuliah di kampus, yang semua akan dapat. Materinya meliputi bahayanya, kerawanannya, pencegahannya, sehingga lengkap,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga memiliki pilihan bahwa mahasiswa yang akan masuk dalam PT akan dites mengenai radikalisme, sama halnya seperti tes narkoba. Karena tidak menutup kemungkinan mahasiswa bisa terpapar dimana saja.
“Berdasarkan survei institut ada beberapa kampus yang diindikasikan ada radikalisme. Tapi kami tidak mau memberikan info jumlahnya. Mahasiswa sangat banyak sekali, mereka bisa terpapar dimana saja,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















