Kota Malang
Angka Anak Putus Sekolah di Kota Malang Alami Penurunan, Sisa 1.700 Anak

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat bahwa jumlah Anak Putus Sekolah/Anak Tidak Sekolah (APS/ATS) di Kota Malang, saat ini masih tersisa sekitar 1.700 anak. Jumlah tersebut, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5.534 anak pada 2024.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa sebagian besar APS/ATS yang tersisa saat ini didominasi oleh anak-anak yang sudah tidak berada dalam usia sekolah. Faktor penyebabnya antara lain karena sudah bekerja, menikah, hingga pindah domisili ke luar Kota Malang.
“Awalnyakan di angka 5.000 sekian, kemudian sekarang ini tinggal sekitar 1.700-an. Itu karena memang banyak yang sudah bekerja, sudah menikah, bahkan sudah pindah dari Kota Malang,” ujar Suwarjana, Jumat (30/01/2026) tadi.
Meski angka APS/ATS menurun, Suwarjana menegaskan bahwa upaya penanganan tidak akan berhenti sampai di situ. Disdikbud Kota Malang akan terus melakukan pendampingan dan pencarian anak-anak yang masih berpotensi dikembalikan ke dunia pendidikan.
Baca juga :
“Kami tidak akan putus sampai di sini saja. Kami tetap bekerja sama dengan masyarakat, PKK di tingkat RT/RW, serta teman-teman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” katanya.
Dikatakannya, bagi anak-anak yang masih berada dalam usia sekolah, Disdikbud akan mengupayakan untuk kembali masuk ke jalur pendidikan formal. Sementara bagi mereka yang sudah melewati usia sekolah, akan difasilitasi melalui PKBM dengan program Kejar Paket A, B dan C.
“Kalau masih usia sekolah, kami masukkan ke sekolah. Kalau sudah tidak usia sekolah, kami fasilitasi melalui PKBM,” ucapnya.
Suwarjana juga memastikan, bahwa saat ini hampir tidak ditemukan lagi APS/ATS yang masih berada dalam usia sekolah. Namun, pihaknya tetap meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan anak yang putus sekolah.
“Kami tidak boleh lengah. Pegawai kami terbatas. Kalau masyarakat mengetahui tetangga atau saudaranya yang putus sekolah atau belum punya ijazah SD, SMP, SMA, tolong komunikasikan ke kami. Bisa juga lewat Sambat Online,” imbuh Suwarjana. (rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang5 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















