Pemerintahan
Wali Kota Sutiaji Sambut Positif Kolaborasi Dekranasda dan Diskopindag dalam Gelaran Malang Batik Festival

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), terus mewadahi insan kreatif di Kota Malang.
Salah satunya, seperti terlihat pada gelaran Malang Batik Festival, yang berlangsung di Kartini Imperial Building, Rabu (07/04) tadi.
Wali Kota Malang, Sutiaji, yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan support penuh terhadap event kreatif ini.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
“Saya mengapresiasi kolaborasik apik, Dekranasda dengan Diskopindag yang turut juga menggandeng berbagai stakeholder. Mau bagaimanapun, event ini juga merupakan salah satu upaya mendongkrak ekonomi kita bangkit kembali,” kata Wali Kota Sutiaji.
Pada festival yang rencananya akan dihelat hingga besok (08/04) itu, per kecamatan dan kelurahan di Kota Malang, turut memamerkan batik buatan atau kreasinya. Di mana, hal tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk memberdayakan warga di tengah kondisi pandemi.
“Tadi saya sudah sampaikan, jangan dipaksakan tiap wilayah harus ada pengrajin batik. Biar itu tumbuh dari kreatifitas dan semangat masing-masing. Tapi ternyata, Alhamdulillah beberapa wilayah di Kota Malang, menekuni batik. Contoh saja di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, disana ditetapkan sebagai industri batik,” bebernya.
Berkaitan dengan peluang ke depan, Sutiaji mengaku optimis batik bisa eksis di pasar global. Namun, dengan tetap perlu adanya kurasi produk mana yang ditampilkan.
“Supaya kalau kedepannya diikutkan pameran atau masuk marketplace ini bisa menembus pasar global. Karena batik selain menjadi ciri khas Indonesia, sekarang banyak digemari oleh negara lain. Bahkan ketika ada acara-acara resmi sudah tidak pakai jas lagi tapi pakai batik,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sutiaji merasa hal tersebut adalah peluang besar bagi masyarakat. Tinggal kemampuan bersaingnya, harus tinggi dan kuat.
Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, mengatakan bahwa Malang Batik Festival 2021 ini adalah esensi dari Dekranasda.
“Seperti yang kita tahu, esensi dari Dekranasda adalah menggali, mengembangkan dan melestarikan. Nah, salah satunya adalah event ini yang tidak hanya mengadakan lomba fashion show saja. Tetapi juga pameran dan menimbulkan kolaborasi berbagai elemen,” jelasnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) ini berharap para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) bisa mandiri kedepannya. (hms/mus/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















