Pemerintahan
Wali Kota Sutiaji Sambut Positif Kolaborasi Dekranasda dan Diskopindag dalam Gelaran Malang Batik Festival

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), terus mewadahi insan kreatif di Kota Malang.
Salah satunya, seperti terlihat pada gelaran Malang Batik Festival, yang berlangsung di Kartini Imperial Building, Rabu (07/04) tadi.
Wali Kota Malang, Sutiaji, yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan support penuh terhadap event kreatif ini.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Saya mengapresiasi kolaborasik apik, Dekranasda dengan Diskopindag yang turut juga menggandeng berbagai stakeholder. Mau bagaimanapun, event ini juga merupakan salah satu upaya mendongkrak ekonomi kita bangkit kembali,” kata Wali Kota Sutiaji.
Pada festival yang rencananya akan dihelat hingga besok (08/04) itu, per kecamatan dan kelurahan di Kota Malang, turut memamerkan batik buatan atau kreasinya. Di mana, hal tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk memberdayakan warga di tengah kondisi pandemi.
“Tadi saya sudah sampaikan, jangan dipaksakan tiap wilayah harus ada pengrajin batik. Biar itu tumbuh dari kreatifitas dan semangat masing-masing. Tapi ternyata, Alhamdulillah beberapa wilayah di Kota Malang, menekuni batik. Contoh saja di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, disana ditetapkan sebagai industri batik,” bebernya.
Berkaitan dengan peluang ke depan, Sutiaji mengaku optimis batik bisa eksis di pasar global. Namun, dengan tetap perlu adanya kurasi produk mana yang ditampilkan.
“Supaya kalau kedepannya diikutkan pameran atau masuk marketplace ini bisa menembus pasar global. Karena batik selain menjadi ciri khas Indonesia, sekarang banyak digemari oleh negara lain. Bahkan ketika ada acara-acara resmi sudah tidak pakai jas lagi tapi pakai batik,” ujarnya.
Oleh karena itu, Sutiaji merasa hal tersebut adalah peluang besar bagi masyarakat. Tinggal kemampuan bersaingnya, harus tinggi dan kuat.
Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, mengatakan bahwa Malang Batik Festival 2021 ini adalah esensi dari Dekranasda.
“Seperti yang kita tahu, esensi dari Dekranasda adalah menggali, mengembangkan dan melestarikan. Nah, salah satunya adalah event ini yang tidak hanya mengadakan lomba fashion show saja. Tetapi juga pameran dan menimbulkan kolaborasi berbagai elemen,” jelasnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) ini berharap para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) bisa mandiri kedepannya. (hms/mus/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















