Kota Malang

Pemkot Malang Siapkan Rp 8,3 Miliar untuk Beasiswa 1.151 Pelajar Kurang Mampu

Diterbitkan

-

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. (ist)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan anggaran Rp 8,3 miliar pada tahun 2026, untuk mendukung program beasiswa pendidikan bagi pelajar kurang mampu. Program tersebut, rencananya akan menyasar 1.151 pelajar mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa seluruh nama penerima telah melalui proses pengajuan dan verifikasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. “Sudah ditandatangani Pak Wali. Nama-nama penerimanya berbasis pengajuan dan sudah lewat Kesra. Tahun ini tinggal kami laksanakan,” ujar Ali, Senin (09/03/2026) tadi.

Secara rinci, penerima beasiswa terdiri dari 300 pelajar SD, 300 pelajar SMP, 210 pelajar SMA/SMK, serta 341 mahasiswa perguruan tinggi. Program tersebut diprioritaskan bagi pelajar Kota Malang yang berasal dari keluarga kurang mampu sekaligus memiliki prestasi akademik.

“Ini khusus diberikan untuk anak-anak Kota Malang yang tidak mampu, betul-betul membutuhkan dan berprestasi. Sehingga kalau kuliah bentuknya subsidi, kalau SMA semuanya kami penuhi untuk SPP-nya,” tuturnya.

Advertisement

Baca juga :

Dalam skema bantuan tersebut, setiap jenjang pendidikan menerima nominal berbeda. Pelajar SD memperoleh Rp 220 ribu per bulan, SMP Rp 330 ribu perbulan, SMA Rp 440 ribu per bulan, dan mahasiswa perguruan tinggi Rp 2 juta perbulan.

“Program beasiswa ini juga menjadi bagian dari prioritas Pemkot Malang dalam mendukung visi Dasa Bakti Ngalam Pinter serta menekan angka putus sekolah di Kota Malang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menambahkan bahwa mekanisme penyaluran beasiswa dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk SD dan SMP dikelola oleh Disdikbud, sementara SMA/SMK dan perguruan tinggi melalui Bagian Kesra Setda Kota Malang.

Di tahun 2026 ini, proses penyaluran beasiswa telah memasuki tahap pencairan. Nantinya dana bantuan akan disalurkan melalui virtual account yang dapat diakses langsung oleh masing-masing penerima.

Advertisement

“Kalau 2026 sudah pada tahap pencairan, tinggal koordinasi dengan Bank Jatim untuk virtual account-nya. Nanti bisa diambil siswanya sendiri,” imbuh Suwarjana. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas