Kota Malang

13 Pos Polisi Rusak, 61 Orang Diamankan Usai Ricuh Aksi di Kota Malang

Diterbitkan

-

RUSAK: Salah satu pos polisi di Kota Malang, yang dirusak oleh aksi massa demo. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Kericuhan yang mewarnai aksi lanjutan di Kota Malang pada Jumat (29/08/2025) malam hingga Sabtu (30/08/2025) dini hari, berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas kepolisian dan penangkapan puluhan orang. Dalam kejadian itu, sebanyak 13 pos polisi rusak, sementara 61 orang diamankan aparat.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, menyebut dari total 16 pos polisi yang ada, 13 diantaranya dilempari hingga kaca pecah. Bahkan, juga ada tiga pos yang terbakar.

“Di Mako Polresta tidak ada yang rusak. Kendaraan dinas juga tidak ada yang rusak. Hanya pagar dicoret-coret, ada vandalisme dan beberapa banner dibakar. Tetapi itu tidak mengganggu operasional,” ujar Kombes Pol Nanang, Sabtu (30/08/2025) tadi.

Selain kerusakan, tambahnya, polisi juga menangkap 61 orang yang diduga terlibat dalam perusakan. Diantaranya, terdiri dari 21 anak-anak dan 40 orang dewasa.

Advertisement

Baca juga :

“Yang kami amankan adalah mereka yang melakukan perusakan. Tetapi yang tidak terlibat, sore ini kami lepas. Kami juga panggil guru dan orang tua mereka semua. Mereka yang terbukti bersalah akan diproses hukum, sedangkan yang tidak terbukti wajib lapor,” kata Nanang.

Kericuhan sendiri, berawal dari aksi doa bersama dan penyalaan lilin di Alun-alun Merdeka Malang sejak pukul 15.45 WIB untuk mengenang Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol yang meninggal setelah terlindas mobil Brimob di Jakarta, Kamis (28/08/2025) malam. Seusai acara, massa bergeser ke Mapolresta sekitar pukul 18.30 WIB.

Situasi sendiri, sebenarnya sempat kondusif setelah Kapolresta dan Pangdiv 2 Kostrad, menemui massa serta Kapolresta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi berubah. Massa kemudian melempari batu, merusak spanduk, membakar baliho, hingga mencoret-coret tembok Mapolresta.

Kemudian, polisi mengerahkan ratusan personel Brimob dengan perlengkapan lengkap. Gas air mata ditembakkan bertubi-tubi hingga menyebar ke kawasan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sekitar pukul 01.20 WIB, massa akhirnya dipukul mundur hingga ke kawasan Kayutangan. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas