Kota Malang
Perkuat Kerukunan, Pemkot Malang Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, melakukan silaturahmi bersama dengan Tokoh dan Umat Beragama Non Muslim di Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata No 1 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi. Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Rinawati, yang mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Mabrur, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma serta Tokoh dan Umat Beragama Konghucu.
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Rinawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna untuk menciptakan kerukunan bersama antara umat dan tokoh agama. Selain itu, juga untuk bersinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang.
“Ini yang menyelanggarakan dari Kabag Kesra, Pak Mabrur. Jadi ini memang agenda bapak Wali Kota silaturahmi ke tempat ibadah non muslim. Tujuannya tentu untuk menciptakan bersama-sama kerukunan umat dan tokoh agama, serta bersinergi untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang,” kata Rinawati, seusai memberikan sambutan.
Wanita yang kerap disapa Rina, juga menyampaikan bahwa memasuki tahun-tahun politik maka seluruh tokoh dan umat beragama juga berperan serta mengawal proses demokrasi, agar berjalan dengan damai. Karena itu pihaknya berpesan agar mereka tidak terpengaruh provokasi.
“Karena memasuki tahun-tahun politik ada kemungkinan-kemungkinan yang begini dan begitu, jadi jangan sampai terpengaruh oleh provokasi. Maka, kami bersama-sama harus menciptakan kerukunan,” katanya.
Baca Juga :
Sehingga, melalui forum tersebut, Rina berharap para tokoh bisa meneruskan dan menginformasikan kepada para umatnya untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang. “Menyukseskan itu juga menggunakan hak suara, jadi jangan gampang terprovokasi informasi yang bisa menyesatkan dan memecah belah. Apalagi di era saat ini media sosial yang sedang berkembang itu informasinya luar biasa dan bisa mempengaruhi pola pikir, pola tindak. Maka itu yang harus diantisipasi. Gunakan medsos dengan bijak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufik Kusuma, mengatakan bahwa umat beragam mempunyai posisi strategis untuk mewujudkan situasi kondusif. Terlebih, menurutnya mereka adalah orang yang berwibawa untuk menyampaikan pesan kepada umatnya.
“Karena keberadaan mereka itu sangat vital dan sangat penting untuk memberikan kontribusi terwujudnya situasi yang damai, aman, nyaman dan kondusif. Apalagi di konghucu selama ini juga sangat konusif, tidak pernah terjadi permasalahan walaupun itu kecil, sehingga ini dapat kita jadikan sebuah contoh,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurutnya dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang, para umat beragama harus tetap menjaga kerukunan dengan sebaik-baiknya, disamping menggunakan hak suaranya.
“Saya rasa tokoh umat beragama ini sangat penting untuk menyampaikan pesannya kepada umatnya masing-masing. Agat mereka nantinya menjaga kerukunan dengan sebaik baiknya dan juga meredam adanya gesekan-gesekan kecil yang muncul,” imbuhnya. (rsy/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















