Kota Malang
Pokdarwis Kayutangan Minta Pemkot Malang Beri Perhatian Lebih Keberadaan Kampung Kayutangan Heritage

Memontum Kota Malang – Perbaikan besar-besaran di koridor kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat-Kota Malang, ternyata tidak berjalan beriringan terhadap perhatian di kampung (kawasan dalam atau gang) Kayutangan. Akibatnya, wisatawan yang datang atau berkunjung, hanya terkonsentrasi di jalan utama Kayutangan Heritage.
Kondisi itu, pun dibenarkan Ketua Pokdarwis Kayutangan, Mila Kurniawati. Menurutnya, dengan adanya koridor yang terus dipercantik itu, membuat wisatawan tidak tertarik lagi untuk mengunjungi Kampung Kayutangan Heritage, yang ada di dalamnya (gang, red).
“Pembangunan koridor Kayutangan Heritage, tidak berefek ke dalam kampung. Sekarang kita bisa bandingkan, sebelum pandemi tentu beda,” ucap Mila, Sabtu (03/12/2022) tadi.
Karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kampung Heritage. Setidaknya, jika diadakan festival atau acara serupa di Koridor Kayutangan Heritage, bisa melibatkan dan mempromosikan kembali Kampung Heritage pada wisatawan.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Kalau benar-benar mau mengusung nuansa heritage, pastikan juga masuk ke dalam (Kampung Heritage). Lebih baik juga dari pemerintah, juga harus ada regulasi yang nuansa heritage. Entah didukung dengan pertunjukkan musik ataupun produk heritage dari kampung heritage,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimis, sebab menurutnya Kampung Heritage mempunyai nilai jual sendiri dibandingkan Koridor Kayutangan. “Salah satu yang menjadi kendala, juga karena kebanyakan pengunjung di koridor sudah ketemu kopi kopian. Tetapi kami, tidak merasa takut karena memang kami mengusung segmen berbeda,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, menyampaikan jika di dalam Kampung Kayutangan Heritage, itu sendiri banyak rumah-rumah unik atau peninggalan bangunan lama yang khas. Itu, layak untuk dijaga dan dipelihara, karena berpotensi sebagai bangunan kuno.
“Kita sudah mendata ada 80 rumah berpotensi bangunan kuno, yang bisa digunakan untuk kewisataan. Tetapi saat ini baru dimanfaatkan 20 rumah,” ucap Ki Demang-sapaan akrabnya. (rsy/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















