Kota Malang
Waspada Gejala Penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak, Ini Tanda-tandanya

Memontum Kota Malang – Beberapa gejala penyakit gagal ginjal akut yang menyerang pada anak, perlu diwaspadai. Hal tersebut, dijelaskan oleh beberapa dokter anak RSSA Malang, seperti dr Eko Sulistijono, dr Astrid Kristina Kardani, dr A Susanto Nugroho, dr Harjoedi Adji Cahyono dan dr Krisni.
Disebutkan oleh mereka, bahwa tanda-tanda gejala tersebut, yakni anak mengalami diare, batuk, pilek dan muntah. Kemudian, produksi urine yang dihasilkan mengalami penurunan volume.
“Kita ketahui saja, penyakit gagal ginjal akut yang menyerang anak biasanya fungsi ginjal mengalami penurunan, yang biasa ditandai dengan penurunan volume urin atau tidak mengeluarkan sama sekali,” ucap dr Eko Sulistijono, saat di RSSA Malang, Kamis (20/10/2022) sore.
Terkait dengan penyebab penyakit gagal ginjal akut hingga saat ini belum diketahui. Namun, masih dilakukan investigasi, baik dari infeksi virus, maupun bakteri.
Baca juga :
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Ketua IDAI Jatim Perwakilan V Malang Raya, Dr dr Harjoedi Adji Cahyono, menyampaikan bahwa masyarakat sementara diimbau untuk menghindari menggunakan obat sirup atau obat cair. Sembari menunggu hasil uji dari BPOM dan Kemenkes.
“Untuk sementara imbauan semua obat cair atau sirup tidak dipergunakan dulu. Dokter juga diimbau tidak memberikan itu. Saya kira pasien anak yang dirawat di RSSA tidak kita berikan obat dalam bentuk sirup,” kata Harjoedi.
Selain obat sirup, yang bisa dikonsumsi oleh anak, menurutnya bisa dalam bentuk tablet, puyer, atau obat lainnya yang bisa lewat hidung. Ketika obat terasa pahit, juga bisa diberi campuran air gula atau madu.
Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau agar tidak panik dan mewaspadai terkait dengan penyakit tersebut. Karena menyerang pada anak usia dibawah 5 tahun. Penyakit tersebut juga tidak menular.
“Harapannya masyarakat jangan panik dan tetap mewaspadai. Kalau anak merasakan beberapa hal seperti diare, dan tidak mengeluarkan urine langsung dibawa ke RSSA karena menjadi rumah sakit rujukan tipe A,” imbuhnya. (rsy/gie)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















