Kota Malang
Pasar Murah Diskoperindag Kota Malang di Kelurahan Polowijen Minim Peminat

Memontum Kota Malang – Animo masyarakat terhadap pelaksanaan Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, di Kelurahan Polowijen, Selasa (19/04/2022) tadi, minim peminat. Pemandangan itu, nampak jelas paska pelaksanaan pembukaan, hanya beberapa warga yang mengunjungi pasar murah dan membeli.
Mirisnya, hingga 3 jam sesaat setelah pembukaan, animo pun masih tidak terlihat. Bahkan, dari 750 paket sembilan bahan pokok (Sembako) yang disiapkan, kala itu hanya terjual sebanyak 50 paket.
“Mungkin karena puasa, jadi orang bermalas-malasan nunggu nanti saja ke Pasar Murah-nya,” ucap Analis Perdagangan Muda Diskoperindag Kota Malang, Eka Wilantari.
Baca juga:
- Sempat Terjadi Aksi Saling Dorong, PN Malang Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Kota Malang
- Nasib Sekolah di Lahan UM, Pemkot Malang Siapkan Opsi Merger
- Ancam Mahasiswa dengan Pisau dan Celurit, Dua Begundal Ditangkap Polisi
- Gencarkan Deteksi Dini, 925 Warga Kota Malang Positif TBC dalam Lima Bulan
- Disimpan di Pembalut, Seorang Perempuan Coba Selundupkan Obat-Obatan ke Lapas Malang
Dijelaskan Eka, jika paket Sembako yang disiapkan di Kelurahan Polowijen tidak habis, maka nantinya akan dijualkan untuk keesokan harinya di Kelurahan Merjosari. “Kalau nggak habis, maka bisa untuk besok. Karena, kan kita mengadakan Pasar Murah ini sampai Jumat (22/04/2022) mendatang dan terakhir digelar di halaman Diskoperindag,” lanjutnya.
Masih menurut Eka, dalam Pasar Murah ini, beberapa Sembako yang ditawarkan atau dijual, diantaranya seperti beras, minyak, gula, telur, bawang merah dan bawang putih. Untuk harganya, berbeda dari harga pasar. Barang yang dijual, didapat langsung dari petani dan peternaknya.
“Kita memang ada teman-teman petugas yang survey Sembako. Jadi, tahu tempat-tempat peternak dan petani dimana. Misalnya, bawang merah di pasaran itu Rp 28 ribu, di sini kami jual Rp 22 ribu. Ini kami dapatkan dari petaninya langsung. Kalau telur, ini juga kami dapatkan dari peternaknya di tumpang,” imbuhnya.
Dari pantauan tim memontum.com saat di lapangan, memang pengunjung yang datang terlihat hanya beberapa orang saja. Seorang warga bernama Candra (40) yang datang bersama istrinya misalkan, mengaku merasa terbantu dengan adanya Pasar Murah yang digelar di Kelurahan Polowijen.
“Merasa terbantu ya, karena kan harga Sembako sekarang pada naik. Karena disini kan ada perbedaan harga juga sama yang dijual di pasaran,” ucap Candra.
Sebagai informasi, pasar murah yang diadakan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, digelar tiap tahunnya. Namun, juga melihat kenaikan harga yang terjadi. Tidak hanya itu, dikatakan jika jelang Nataru nanti mengalami kenaikan harga maka akan dilakukan juga Pasar Murah. (cw2/sit)

Kota Malang4 mingguUsai Pasar Gadang dan Kebalen, Pemkot Malang Siapkan Penataan Bertahap untuk Pasar Blimbing
Kota Malang4 mingguDukung Penertiban PKL Pasar Kebalen, DPRD Kota Malang Kembali Soroti Pengembalian Fungsi Jalan
Kota Malang4 mingguTinjau Penertiban PKL Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Sampaikan Aturan Baru
Kota Malang4 mingguHadiri Peresmian SPPG Kedungkandang, Wali Kota Wahyu Sebut SPPG di Kota Malang Minim Permasalahan
Kota Malang1 mingguPenjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang di Kota Malang Sebut Pembeli Turun Drastis
Kota Malang3 mingguWali Kota Malang Sebut Proses Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Pembahasan DPRD
Kota Malang2 mingguProgram Angkutan Pelajar Gratis Jadi Harapan Baru Sopir Angkot di Kota Malang
Hukum & Kriminal4 mingguKurun Sebulan, Polresta Malang Tangkap 39 Tersangka Narkotika

















