Kota Malang
Pertengahan Ramadan, Jasa Penukaran Uang di Kota Malang Masih Sepi Peminat

Memontum Kota Malang – Jelang Hari Raya Idul Fitri, tentunya banyak hal yang harus disiapkan. Salah satunya seperti uang baru yang harus ada untuk anak kecil. Namun, jasa penukaran uang di sekitar Alun-Alun Kota Malang atau kawasan Mall Sarinah, hingga pertengahan Ramadan masih sepi peminat.
Salah satu pemilik jasa penukaran uang, Sefa Agustiar (46), mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 ini, penukaran uang cukup sepi. Terhitung sudah satu minggu dirinya berjualan, namun setiap harinya menerima konsumen tak lebih dari 10 orang. “Sejak Covid-19 ya begini, sekarang orang kan mungkin masih butuh buat sehari-hari. Kalau ramai mungkin nanti saat H-7 jelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Sefa, Minggu (17/04/2022).
Beragam jenis uang pecahan, mulai dari Rp 2 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 75 ribu sudah disediakan. Namun, saat menjajakan uang baru tersebut, ada uang untuk jasa penukaran. Diceritakan, untuk uang jasa tersebut juga cukup beragam.
“Kalau ada yang mau tukar Rp 200 ribu dengan pecahan yang ditukar itu Rp 5 ribu, uang jasanya sekitar Rp 10 ribu. Nah kalau mau tukar Rp 2 juta, pecahan Rp 10 ribu, itu uang jasanya Rp 100 ribu,” lanjutnya.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Dijelaskan, uang baru yang didapatkan untuk penukaran tersebut, diperoleh melalui pengepul. Namun, dirinya juga tidak mengetahui pastinya pengepul itu dapat dari mana. Dirinya mengatakan, jika tidak membeli uang baru, melainkan menggunakan sistem tukar jasa untuk mendapatkan keuntungan. “Saya tidak beli, ya sama-sama beri jasa aja. Seumpama, samean (kamu) mau jualan sama saya, kan saya juga punya orang. Mainnya main jasa gitu,” katanya.
Sefa mengaku bahwa penukaran uang baru dengan ada jasanya ini, sebenarnya hal yang di larang sejak dulu. Namun, menurutnya, kini pemerintah sudah melonggarkan hal tersebut. Menurutnya, yang paling penting yakni tidak mengganggu aktifitas masyarakat lain dan tidak melanggar hukum atau pun sampai menipu.
“Tahun-tahun sebelum Covid-19 itu sering kena operasi, cuma akhirnya sama paguyuban bermusyawarah, dengan catatan boleh di tempat yang tidak mengganggu jalan umum. Toh cuma sebulan saja,” tandasnya. (cw2/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















