Kota Malang
Wali Kota Sutiaji Rakor Langkah Cepat Tekan dan Antisipasi Penyebaran Omicron di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebarannya di Kota Malang. Di ruang sidang Balai Kota Malang, pun telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) antara Wali Kota Malang dengan camat, lurah dan Kepala Puskesmas se-Kota Malang.
Rakor tersebut membahas tentang pencegahan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron di wilayah Kota Malang. Dalam arahannya, Wali Kota Sutiaji menjelaskan bahwa pentingnya meningkatkan kewaspadaan atas varian baru tersebut tanpa memunculkan kepanikan di tengah masyarakat. “Jangan cemas. Bukan berarti meremehkan, tetapi waspada. Kuatkan lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan protokol kesehatan,” ujar Sutiaji.
Dirinya meminta camat, lurah dan Puskesmas terus berkomunikasi serta menjalin koordinasi untuk memberikan literasi dan sosialisasi pada masyarakat terkait penanganan virus varian Omicron ini. Salah satu pesan penting Wali Kota Sutiaji yang tersampaikan pada Rakor tersebut, adalah pemantauan perpindahan penduduk yang masuk dan keluar dari Kota Malang. Hal ini belajar dari kronologis penyebaran Omicron dari berbagai wilayah, termasuk kasus di Kabupaten Malang yang dialami seorang warga pendatang.
Baca juga
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Di sini peran RT/RW sangat penting untuk melakukan monitoring di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
Di sisi lain, dirinya juga meminta jajarannya untuk menguatkan edukasi dan pemeriksaan dini (Testing), pelacakan (Tracing), dan perawatan (Treatment) atau 3T di tempat-tempat publik. “Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD agar menggerakkan kembali operasi gabungan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan (3M) dan 3T. Tes Swab secara acak di resto, hotel dan tempat keramaian seperti Kayutangan agar disiapkan,” imbuhnya.
Sutiaji juga kembali menegaskan, agar penggunaan Aplikasi PeduliLindungi semakin didisiplinkan. Utamanya di ruang-ruang publik seperti perkantoran, hotel, resto dan di wilayah Kayutangan Heritage sebagai destinasi baru bagi warga Kota Malang. “Pemanfaatan Aplikasi PeduliLindungi harus terus dijalankan dengan baik dan kita pantau penggunaannya,” ujar Sutiaji. (hms/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















