Kota Malang
Urung Manfaatkan Program Mudik Pemprov, Pemkot Malang Sampaikan Program Mudik di Cover Kemenhub

Memontum Kota Malang – Mudik gratis yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) beberapa pekan lalu, nampaknya gagal untuk didapatkan. Sebab, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI telah mengcover kebutuhan mudik bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan jika mudik gratis kali ini secara terpusat langsung diadakan oleh Kemenhub RI. Sehingga, Pemkot dinilai tidak perlu mengadakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Artinya sudah dicover oleh pusat, karena dari Jakarta menuju seluruh provinsi yang ada di Indonesia itu banyak sekali, salah satunya ke Provinsi Jatim, sehingga dianggap sudah cukup. Kemudian, Provinsi Jatim menilai tidak perlu mengadakan mudik gratis seperti tahun sebelumnya,” jelas Widjaja, Selasa (04/04/2023) tadi.
Kemudian, ditambahkan untuk kuota yang disiapkan oleh Kemenhub pihaknya juga tidak mengetahui. Sebab, pendaftaran tersebut dilakukan secara online. Berdasarkan analisa, nantinya kurang lebih sebanyak 21 juta orang dari Jakarta akan bergerak menuju Jawa Timur pada lebaran Idul Fitri 1444 H tahun 2023 mendatang.
Baca juga :
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
“Karena di Jatim, menurut data dari Kemenhub untuk lebaran 2023 ini, ada 21 juta orang bergerak dari Jakarta ke Jawa Timur. Karena itu nanti kita akan lakukan pemantauan rekayasa lalu lintas bersama Polresta Malang Kota,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, menuturkan, jika tidak adanya mudik gratis di Kota Malang, itu karena ketidakpastian kondisi pandemi Covid-19. Sehingga, tidak terlalu mempersiapkan anggaran khusus saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 di awal tahun 2022 lalu.
“Sedangkan kemarin kan masih belum tentu, belum tahu. Jadi anggaran 2023 ini kan sudah dianggarkan di awal tahun 2022. Makanya, tahun 2022 kemarin masih Pandemi Covid-19, kan debatable (belum pasti). Jadi lebih baik tidak dianggarkan,” ujar Wali Kota Sutiaji.
Selain itu, mengingat ketidakpastian situasi pandemi Covid-19 tersebut, menjadikan DPRD Kota Malang ragu untuk menganggarkan program mudik gratis. Sebab, hal itu akan berujung pada naiknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Kota Malang.
“Dewan itu ragu kalau temen-temen menganggarkan dan tidak dilaksanakan, karena itu nanti akan berdampak pada Silpa nya banyak. Kalau diambilkan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) itu tidak termasuk mendesak, jadi tidak bisa. Pakai BTT itu juga tidak mudah,” imbuhnya. (rsy/gie)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















