Kota Malang
Tingkatkan Gizi Anak dalam Pencegahan Stunting, Pemkot Malang Libatkan ASN dalam Program BAAS

Memontum Kota Malang – Untuk menindaklanjuti program nasional Bunda/Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), dalam rangka meningkatkan gizi pada anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya, Pemkot Malang berencana akan melibatkan para Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkup Pemkot Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan jika mengasuh itu berarti harus mengontrol. Dalam melakukan hal tersebut, menurutnya juga harus benar-benar mengawal pada pola pertumbuhan anak.
“Harus ngawal benar, bagaimana pertumbuhan anaknya. Karena kalau hanya mengandalkan Posyandu itu akan terbatas. Sehingga, ini saya akan minta datanya di masing-masing kelurahan untuk berapa jumlahnya dan tentu akan dibekali,” ujar Wali Kota Sutiaji, Rabu (29/03/2023) tadi.
Baca juga:
- Komisi B DPRD Kota Malang Dorong MCC Dikelola dengan Skema BLUD, Diskopindag Siap Kaji
- Satpol PP Kota Malang Pastikan Penertiban Warung Liar GOR Ken Arok Tetap Jalan, SP1 Terbit Awal Agustus
- Portal Griya Shanta Ditutup, Pemkot Malang Pastikan Uji Coba Jalan Tembus Tetap Berjalan
- DPRD Kota Malang Sampaikan Enam Rekomendasi, Soroti Rendahnya Belanja Modal
- Langganan Juara OSN, MAN 2 Kota Malang Kini Jadi Percontohan Nasional Tata Kelola Madrasah
Kemudian, ditambahkannya jika nanti pihaknya akan menggandeng Perguruan Tinggi (PT) dan lembaga sekitar. Apabila nantinya sudah terbangun data base, mala akan dibagi secara sektoral tiap wilayah.
“Insyaallah ini nanti, jadi anak asuh kami mungkin tidak hanya pejabat tapi semua ASN, dan kita akan gandeng dengan perguruan tinggi, serta lembaga di sekitar kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan jika nantinya para ASN di Pemkot Malang ini akan diberikan tanggung jawab asuh satu atau dua anak stunting. Dengan program tersebut, nantinya mereka (ASN) memiliki tanggung jawab untuk intervensi yang spesifik di bidang kesehatan.
“Misalnya untuk asupan gizi, nanti bisa dikonsultasikan kepada tenaga gizi atau tenaga nutrisionist yang ada di wilayah tersebut. Sehingga nanti diharapkan para ASN bisa mengintervensi resiko stunting dari tenaga kesehatan,” ujar Husnul.
Lebih lanjut, untuk kategori ASN yang akan menjadi orang tua asuh sendiri tentu diutamakan pejabat eselon terlebih dahulu. Terkait teknis program tersebut, juga masih terus dimatangkan. Menurutnya, dengan program kelanjutan seperti itu diharapkan angka stunting bisa menurun lebih signifikan.
“Target tahun ini kalau bisa memang mendekati zero, mungkin mendekati 5 persen. Pak Wali inginnya seperti itu,” lanjutnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Bulan Timbang pada Februari 2023, ada 8,9 persen anak yang beresiko stunting. Atau dengan kata lain ada sekitar 3.048 anak se Kota Malang yang beresiko stunting dari total 34.382 jumlah anak di Kota Malang. (hms/rsy/sit)

Kota Malang1 mingguLima Pengurus Karang Taruna Kecamatan di Kota Malang Layangkan Surat Terbuka, Tolak Langkah Caretaker
Hukum & Kriminal3 mingguKecanduan Judi Online, Residivis Kambuhan Curi 14 iPhone
Kota Malang4 mingguTertibkan Bangunan di Atas Aset Pemkot Malang, Kawasan RTH Buring Bakal Dikembalikan sesuai Fungsi
Kota Malang4 mingguDukung Program 1.000 Event, Pemkot Malang Benahi Kepatuhan Pelaku Usaha Pariwisata
Kota Malang1 mingguDPRD Malang Desak Pemkot Tegas Tindaklanjuti Putusan Pembongkaran Tembok Griya Shanta
Hukum & Kriminal4 mingguLanjutan Sidang Karyawan Bank Digugat Tetangga, Mediasi Gagal
Kota Malang6 hariPemkot Malang Bakal Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta
Kota Malang3 mingguKota Malang Raih Peringkat Pertama PPA Awards Jatim, Musrenbang Tematik hingga RT Berkelas Jadi Andalan

















